JOMBANG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini telah berakhir. Banyaknya kursi yang masih kosong menjadi evaluasi besar yang menjadi perhatian untuk SPMB tahun berikutnya.
Namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memastikan tidak akan mengurangi pagu, pada sekolah menengah pertama negeri (SMPN) yang pagunya belum terpenuhi.
’’Tidak ada pengurangan pagu. Tahun depan tetap akan dihitung berdasarkan jumlah lulusan SD. Secara keseluruhan kebutuhan SMPN di Kabupaten Jombang sebenarnya sudah mencukupi,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Jombang, Eko Sisprihantono.
Secara umum pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar. Namun evaluasi menunjukkan masih ada sekolah di kawasan pinggiran, terutama wilayah utara Kabupaten Jombang, yang kekurangan peserta didik.
’’Yang menjadi catatan memang sekolah-sekolah di wilayah pinggiran masih banyak yang belum memenuhi pagu,’’ ujarnya.
Menurut Eko, kondisi tersebut dipengaruhi jumlah lulusan SD di wilayah tersebut yang relatif sedikit. Selain itu, banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke SMP di kawasan perkotaan apabila memiliki nilai akademik maupun prestasi yang baik.
’’Kalau nilainya bagus, banyak orang tua memilih sekolah di kota. Itu memang masih menjadi kecenderungan,’’ terangnya.
Meski demikian, Disdikbud belum berencana mengurangi kuota SMPN. Eko menjelaskan, apabila ada sekolah yang mengusulkan penyesuaian jumlah rombongan belajar atau pagu, usulan tersebut tetap harus mendapat persetujuan pemerintah pusat melalui BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan).
Ia juga mengakui sekolah yang jumlah siswanya sedikit akan menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) lebih kecil karena besarannya mengikuti jumlah peserta didik.
’’Dana BOS memang menyesuaikan jumlah siswa. Konsekuensinya sekolah harus mengoptimalkan anggaran yang tersedia sehingga program-program dapat tetap berjalan sesuai kemampuan keuangan sekolah,’’ terangnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto