Program Seragam Gratis Jombang Masuk Tahap Pengukuran, 46 Ribu Siswa Ditarget Terima Sebelum 20 Agustus

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 06:56 WIB
TEPAT DAN AKURAT: Penjahit melakukan pengukuran seragam di SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang 2025.
TEPAT DAN AKURAT: Penjahit melakukan pengukuran seragam di SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang 2025.

 

JOMBANG – Program bantuan seragam gratis bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang mulai memasuki tahap pengukuran. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang memastikan proses tersebut telah berjalan di sekolah-sekolah.

’’Pengukuran sudah berjalan, dibawah 62 koordinator penjahit,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, Selasa (21/7).

Pengukuran ukuran tubuh siswa sudah mulai dilakukan sebagai tahapan sebelum proses penjahitan seragam.

Terkait mekanisme pelaksanaan penjahitan, Disdikbud tidak membatasi jumlah penjahit yang dilibatkan oleh masing-masing koordinator penjahit. Kewenangan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada 62 koordinator penjahit yang telah ditunjuk untuk mengoordinasikan proses pembuatan seragam.

Baca Juga: 270 Siswa Sekolah Rakyat Jombang Segera Masuk, Seragam Sudah Diukur Meski Gedung Belum Rampung

Setiap koordinator dapat menentukan sendiri jumlah penjahit yang akan dilibatkan sesuai kemampuan dan kebutuhan di wilayahnya agar proses penjahitan dapat berjalan lebih efektif.

’’Kita berpesan agar penjahit melakukan tugasnya dengan baik. Menjahit baju siswa sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan,’’ terangnya.

Terkait jadwal pengambilan kain seragam oleh para penjahit, Rhendra mengatakan hingga kini belum ditetapkan. Disdikbud akan menyampaikan pemberitahuan secara resmi apabila tahapan tersebut sudah dapat dilaksanakan.

’’Kalau sudah waktunya, nanti kita sampaikan ke penjahit,’’ ucapnya

Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses penjahitan hingga distribusi seragam selesai paling lambat 20 Agustus 2026. Sehingga seluruh siswa sudah dapat mengenakan seragam baru pada awal semester ganjil.

’’Target kami sampai tanggal 20 Agustus 2026 seluruh seragam sudah diberikan kepada siswa,’’ katanya.

Tahun ini, bantuan yang diberikan berupa dua jenis seragam. Seragam nasional merah putih untuk SD/MI. Serta putih biru untuk SMP/MTs. Ditambah seragam Pramuka.

Biaya jasa penjahitan telah ditetapkan sama untuk seluruh siswa, baik laki-laki maupun perempuan. Untuk jenjang SD, ongkos jahit Rp 95 ribu per setel. Sedangkan jenjang SMP Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.

Total anggaran untuk penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI.

Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain mencapai Rp 3,51 miliar untuk SD/MI dan SMP/MTs Rp 5,34 miliar.

Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs

(wen/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
seragam sekolah pendidikan jombang seragam gratis jombang siswa Jombang disdikbud jombang