JOMBANG – Sebanyak 22 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK/SLB) di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja 2026 kategori sekolah dengan kinerja terbaik. Rinciannya, sembilan SMA, sembilan SMK dan empat SLB.
Dua sekolah menengah atas dan satu sekolah luar biasa juga memperoleh BOS Kinerja kategori sekolah yang memiliki prestasi dengan nilai bantuan yang lebih besar.
’’Tiap SMA dan SMK memperoleh bantuan sebesar Rp 45 juta, sedangkan untuk SLB sebesar Rp 36.250.000,’’ kata Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Ulil Mu'amar.
BOS Kinerja diberikan pemerintah sebagai bentuk apresiasi terhadap satuan pendidikan yang menunjukkan capaian mutu maupun prestasi terbaik.
Baca Juga: ANBK SD di Jombang Berjalan Mulus, 127 Sekolah Raih BOS Kinerja Rp 22,5 Juta
Selain kategori kinerja terbaik, terdapat dua SMA yang memperoleh BOS Kinerja kategori sekolah yang memiliki prestasi. SMAN 2 Jombang menerima bantuan sebesar Rp 87 juta. Serta SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Rp 160 juta.
Satu sekolah luar biasa juga mendapatkan BOS Kinerja kategori sekolah yang memiliki prestasi dengan nilai bantuan sebesar Rp 100 juta. Yakni SLB Muhammadiyah.
Penilaian sekolah dengan kinerja terbaik didasarkan pada hasil maupun peningkatan rapor pendidikan. Khususnya pada indikator kualitas pembelajaran dan hasil belajar dari profil pendidikan. Serta indeks status pendidikan.
’’Sekolah-sekolah yang menerima BOS Kinerja memang telah menunjukkan peningkatan mutu pendidikan berdasarkan indikator yang ditetapkan pemerintah. Harapannya, bantuan ini dapat semakin mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan,’’ jelasnya.
Penggunaan anggaran BOS Kinerja mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan.
Untuk kategori sekolah yang memiliki prestasi, dana dapat dimanfaatkan untuk asesmen dan pemetaan talenta peserta didik, pengembangan talenta dan aktualisasi prestasi. Serta penguatan pengelolaan manajemen dan ekosistem sekolah.
Sedangkan BOS Kinerja bagi sekolah dengan kinerja terbaik difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi. Penguatan implementasi digitalisasi pembelajaran. Serta penguatan tata kelola satuan pendidikan.
’’Dengan penggunaan yang tepat sasaran, kami berharap BOS Kinerja tidak hanya menjadi penghargaan bagi sekolah, tetapi juga mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto