JOMBANG – Sebanyak 72 satuan pendidikan jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Jombang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja Tahun 2026.
Selain itu, empat lembaga pendidikan juga berhasil memperoleh BOS Prestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang Wor Windari, menjelaskan, penerima BOS Kinerja kategori sekolah yang memiliki kinerja terbaik terdiri atas 53 sekolah dasar (SD), 14 sekolah menengah pertama (SMP), lima satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), serta tiga lembaga pendidikan kesetaraan.
”Untuk Kabupaten Jombang, penerima BOS Kinerja terdiri dari 53 SD, 14 SMP, lima PAUD, dan tiga lembaga pendidikan kesetaraan. Selain itu juga ada empat lembaga yang menerima BOS Kinerja kategori sekolah yang memiliki prestasi,” ujarnya.
Baca Juga: ANBK SD di Jombang Berjalan Mulus, 127 Sekolah Raih BOS Kinerja Rp 22,5 Juta
Wor Windari menjelaskan, penetapan penerima BOS Kinerja tidak hanya didasarkan pada hasil Rapor Pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan capaian nilai Asesmen Nasional yang menjadi salah satu indikator utama penilaian pemerintah.
”Nilai Asesmen Nasional juga merupakan indikator penerima BOS Kinerja. Jadi bukan hanya melihat Rapor Pendidikan, tetapi juga hasil asesmen yang menunjukkan capaian mutu satuan pendidikan,” jelasnya.
Menurutnya, BOS Kinerja berbeda dengan BOS Reguler maupun BOS Daerah. Jika BOS Reguler digunakan untuk mendukung operasional sekolah sehari-hari, BOS Kinerja diberikan sebagai stimulus bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan indikator mutu pendidikan.
Sosialisasi BOS Kinerja sendiri dilaksanakan pada Jumat (17/7) di Aula 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Baca Juga: Dinas P dan K Jombang Pastikan ANBK SMP Berjalan Mulus, Hasil Jadi Penentu BOS Kinerja
Dana tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, terutama penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
”Peruntukannya antara lain untuk peningkatan literasi dan numerasi, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan tata kelola sekolah,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh penerima untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mendorong perbaikan hasil belajar siswa.
”Harapannya sekolah-sekolah penerima mampu memanfaatkan BOS Kinerja secara tepat sasaran sehingga mutu pendidikan terus meningkat, terutama dalam penguatan literasi, numerasi, dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto