Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

224 Murid Baru SMPN 2 Diwek Ikuti MPLS Ramah, Ada Edukasi Bullying hingga Bahaya Narkoba

Anggi Fridianto • Kamis, 16 Juli 2026 | 07:06 WIB
LANCAR: Kepala SMPN 2 Diwek, Yeni Rahmawati SPd, membuka MPLS Ramah, Senin (14/7).
LANCAR: Kepala SMPN 2 Diwek, Yeni Rahmawati SPd, membuka MPLS Ramah, Senin (14/7).

 

JOMBANG – Sebanyak 224 murid baru SMPN 2 Diwek mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada 13–17 Juli. Seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS dan ditutup dengan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa).

’’Kami menjalankan kegiatan MPLS Ramah sesuai juknis Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Tujuannya agar murid merasa nyaman, aman, dan siap beradaptasi dengan lingkungan sekolah,’’ kata Kepala SMPN 2 Diwek, Yeni Rahmawati SPd.

Sekolah fokus membangun karakter peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah. Salah satunya melalui budaya senyum, sapa, dan salam yang diterapkan saat penyambutan murid di gerbang oleh guru dan pengurus OSIS.

Baca Juga: MPLS Ramah SMPN 2 Mojowarno 2026, Murid Baru Antusias Ikuti Demo Ekstrakurikuler Unggulan

Upacara pembukaan MPLS ditandai dengan pemasangan kartu identitas kepada seluruh peserta sebagai simbol resmi menjadi bagian keluarga besar SMPN 2 Diwek.

Untuk memperkaya materi, sekolah menghadirkan narasumber dari Pemadam Kebakaran mengenai kesiapsiagaan bencana. Women Crisis Center (WCC) terkait pencegahan bullying. Serta kepolisian yang memberikan edukasi bahaya narkoba saat kegiatan perkemahan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, penyambutan murid baru dilakukan kakak-kakak OSIS dengan simbol tos sebagai bentuk keakraban dan persaudaraan. Di akhir setiap kegiatan, siswa juga diajak mengikuti sesi refleksi sebagai sarana introspeksi diri.

Yeni berpesan agar murid baru mengikuti MPLS dengan gembira dan segera menyesuaikan diri dengan budaya sekolah Adiwiyata. ’’Biasakan membuang sampah pada tempatnya. Kurangi sampah plastik dengan membawa tumbler dan alat makan sendiri. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab seluruh warga sekolah,’’ pesannya. (ang/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
MPLS Jombang Adiwiyata Jombang SMPN 2 Diwek Jombang bullying Jombang pendidikan jombang