JOMBANG – Sebanyak 251 siswa kelas X SMAN Bandarkedungmulyo mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, (13-17/7).
Selain pengenalan lingkungan sekolah dan pembentukan karakter, kegiatan itu juga menjadi momentum mengenalkan berbagai ekstrakurikuler agar siswa baru aktif mengembangkan potensi di luar pembelajaran akademik.
Kepala SMAN Bandarkedungmulyo Sudijono SPd MAP mengatakan, sebelum pelaksanaan MPLS utama pada 13–17 Juli, sekolah sudah menggelar pra-MPLS, 8–9 Juli. Kegiatan awal tersebut bertujuan memberikan informasi kepada siswa baru terkait pelaksanaan MPLS, perlengkapan yang harus dibawa, serta barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa selama kegiatan.
”Pra-MPLS kami manfaatkan untuk memberikan gambaran awal kepada siswa baru, termasuk pengenalan lingkungan sekitar sekolah dan berbagai ketentuan yang harus dipahami sebelum mengikuti MPLS,” katanya.
Pembukaan MPLS dilaksanakan secara serentak pada Senin (13/7). Setelah itu, siswa mengikuti berbagai materi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Kegiatan berlangsung di ruang kelas dengan pembagian kelompok atau gugus, sedangkan materi disampaikan oleh bapak dan ibu guru yang telah ditunjuk.
Baca Juga: 382 Siswa Baru SMKN Gudo Jombang Ikuti MPLS, Dibekali Karakter, Literasi Digital, dan Anti Bullying
Salah satu bagian penting dalam MPLS, pengenalan organisasi siswa dan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah memberikan ruang bagi setiap ekstrakurikuler untuk melakukan demo agar siswa baru dapat mengetahui pilihan kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
”Di masing-masing ekstrakurikuler ada demo untuk menarik siswa baru agar bergabung. Harapannya mereka ikut kegiatan positif setelah pulang sekolah, daripada melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat,” imbuhnya.
SMAN Bandarkedungmulyo memiliki sembilan ekstrakurikuler yang dapat diikuti siswa. Di antaranya Paskibra, Pramuka, Jurnalistik, Remaja Masjid (Remas), seni musik modern, seni musik tradisional, seni tari, dan berbagai kegiatan pengembangan bakat lainnya.
Selain ekstrakurikuler, siswa baru juga dikenalkan dengan tata tertib sekolah serta kebiasaan positif yang harus diterapkan selama menempuh pendidikan di SMAN Bandarkedungmulyo.
Diharapkan, melalui MPLS, siswa baru dapat lebih cepat beradaptasi sekaligus memiliki semangat untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Terlebih, penerimaan siswa baru tahun ini melalui sistem yang menggunakan nilai diharapkan mampu meningkatkan kualitas peserta didik.
”Harapan kami tentu sekolah menjadi lebih baik. Dengan penyaringan melalui nilai, kami berharap kualitas siswa lebih baik dari tahun sebelumnya. Sekolah di pinggiran juga harus mampu bersaing dengan sekolah di tengah kota,” ungkapnya.
Peningkatan prestasi menjadi target sekolah ke depan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Tidak hanya tingkat kabupaten, tetapi juga diharapkan mampu menorehkan prestasi hingga tingkat provinsi bahkan lebih tinggi.
”Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang lain sesuai bakat dan minatnya,” katanya. (fid)
Editor : Anggi Fridianto