JOMBANG – Sebanyak 360 murid baru SMK Negeri Kudu mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung 13–16 Juli. Kegiatan itu dikemas dengan suasana aman, ramah, humanis, dan menyenangkan sebagai bekal awal siswa memasuki pendidikan kejuruan.
Kepala SMKN Kudu Erna Kusrini, S.Pd., M.M.Pd. mengatakan, MPLS menjadi sarana mengenalkan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan karakter positif sejak awal. Hari pertama kegiatan diawali dengan deklarasi anti-bullying, anti-narkoba, dan antikorupsi sebagai komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman.
”MPLS kami laksanakan dengan suasana yang aman, ramah, bahagia, dan humanis agar siswa baru merasa nyaman beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” ujarnya.
Selama kegiatan, siswa diperkenalkan dengan budaya sekolah, disiplin, serta arah pengembangan SMKN Kudu Tahun Pelajaran 2026/2027. Sekolah terus memperkuat program unggulan, seperti Teaching Factory (Tefa), sekolah berkarakter SIKAP, budaya literasi, dan peningkatan prestasi siswa.
Baca Juga: MAN 3 Jombang Kenalkan Maskot Oce dan Cean di MATAMUDA 2026, Simbol Lautan Ilmu Bahrul Ulum
Menurut Erna, disiplin menjadi modal penting bagi siswa SMK karena sekolah kejuruan memiliki orientasi kebekerjaan.
”Karena itu, siswa kami dorong ntuk membangun kebiasaan positif agar siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” ucapnya.
SMKN Kudu juga mengembangkan konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan Kuliah, dan Wirausaha) melalui pembelajaran berbasis TEFA, Business Center bersama mitra industri, serta penguatan jiwa kewirausahaan.
Selain kompetensi, sekolah menanamkan kepedulian lingkungan melalui program SIKAP.
”Melalui program ini, siswa tidak hanya dilatih memiliki keterampilan, tetapi juga kepedulian sosial dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (riz/fid)
Editor : Anggi Fridianto