JOMBANG – Sebanyak 283 murid baru SMK Negeri Kabuh mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung 13–16 Juli. Kegiatan ini dikemas sebagai ajang adaptasi siswa dengan lingkungan sekolah sekaligus penguatan karakter, disiplin, dan kebersamaan tanpa praktik perpeloncoan maupun perundungan.
Kepala SMKN Kabuh Ika Fariana Afan, S.Pd., M.Pd. mengatakan, MPLS dirancang agar murid baru merasa nyaman sejak awal masuk sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum mengenalkan budaya positif yang diterapkan di SMKN Kabuh.
”MPLS kami rancang agar murid baru merasa nyaman mengenal lingkungan sekolah. Tidak ada perpeloncoan ataupun bullying, yang ada justru penguatan karakter dan kebersamaan,” ujarnya.
Selama MPLS, siswa mendapatkan materi pembentukan karakter, mulai Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), pendidikan antikorupsi, anti kekerasan, anti-bullying, bahaya napza, hingga etika bermedia sosial.
Baca Juga: 501 Siswa Baru SMKN Mojoagung Wajib Tanam Pohon Produktif Saat MPLS, Ini Tujuannya
Ika menegaskan, pembentukan karakter harus dimulai sejak hari pertama sekolah melalui kebiasaan disiplin, tanggung jawab, dan menghargai sesama. Nilai tersebut diharapkan menjadi bekal siswa selama menempuh pendidikan.
Pada Tahun Pelajaran 2026/2027, SMKN Kabuh juga memperkuat program unggulan, di antaranya sertifikasi Bahasa Inggris internasional TOEIC, program Krenova berbasis potensi lokal, SIJA empat tahun, Teaching Factory (TEFA).
”Serta pengembangan produk unggulan dari kompetensi keahlian APL, Farmasi Industri, dan Teknik Kimia Industri,” ucapnya.
Sekolah berharap lulusan SMKN Kabuh memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu menghasilkan inovasi berbasis potensi daerah. (riz/fid)
Editor : Anggi Fridianto