JOMBANG – Program revitalisasi sekolah jenjang SMP di Kabupaten Jombang mulai berjalan. Saat ini, tiga sekolah swasta telah memulai pelaksanaan revitalisasi dengan skema swakelola. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari.
’’Tiga sekolah menerima tahap awal program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. SMPI Ihsyaniat Ngoro, SMP Global Sumobito, dan SMP Unggulan Al-Ittihad Mojowarno,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, kemarin.
Pelaksanaannya menggunakan mekanisme swakelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Nilai bantuan revitalisasi bervariasi. Dua sekolah memperoleh anggaran sekitar Rp 2 miliar. Serta satu sekolah menerima bantuan lebih dari Rp 1 miliar.
Baca Juga: Delapan SD Negeri di Jombang Dapat Proyek Revitalisasi Tahap III, Fokusnya Perbaikan Ruang Kelas
Seluruh pekerjaan dilakukan secara swakelola. Sekolah menjadi penanggung jawab pelaksanaan pembangunan melalui kepanitiaan yang dibentuk sendiri sesuai pedoman dari kementerian.
’’Sekolah membentuk Tim P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) dan tim teknis. Penanggung jawabnya kepala sekolah, bendaharanya bendahara sekolah. Sementara ketua pelaksana, sekretaris, dan unsur lainnya diharapkan berasal dari masyarakat. Seperti komite sekolah atau wali murid yang memiliki kemampuan teknis,’’ paparnya.
Sekolah juga wajib membentuk tim teknis yang terdiri atas perencana dan pengawas. Anggota tim tersebut harus memiliki kompetensi di bidang teknik, minimal lulusan teknik sipil atau arsitektur, serta memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).
’’Tim teknis memang harus memiliki kualifikasi khusus karena mereka yang menyusun rencana anggaran pekerjaan sekaligus melakukan pengawasan pembangunan,’’ tegasnya.
Pengawasan dari perguruan tinggi pada pelaksanaan revitalisasi tahun ini dilakukan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA). (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto