JOMBANG – Sebanyak 19 sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Jombang tahun ini mendapat rehabilitasi sarana dan prasarana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Serta dana pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Jombang. Dari jumlah tersebut, enam proyek telah selesai dikerjakan dan tinggal tahap pembersihan.
’’Rehabilitasi rata-rata dikerjakan selama 45 hari. Sedangkan untuk pembangunan, seperti ruang kelas atau toilet baru, waktunya sampai 60 hari,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, kemarin.
Pekerjaan rehabilitasi mulai dilaksanakan sejak Juni lalu. Durasi pengerjaan disesuaikan dengan jenis pekerjaan.
Dari 19 paket pekerjaan tersebut, sebanyak 14 paket dibiayai APBD. Sedangkan lima paket berasal dari dana pokir. Rinciannya, pembangunan musala SDN Godong Kecamatan Gudo.
Baca Juga: Rehabilitasi Nggak Ngefek! Pedagang Masih Penuhi Halaman Depan Pasar Ploso
Rehab gedung serbaguna SDN Mojokrapak 2 Kecamatan Tembelang. Rehabilitaso lapangan olahraga SDN Tampingmojo Kecamatan Tembelang. Rehabilitasi Toilet SDN Sepanyul Kecamatan Gudo dan rehabilitasi SDN Karangan 1 Kecamatan Bareng.
Rincian 14 sekolah dengan sumber APBD; Pembangunan toilet SDN Alang-Alang Caruban 2 Kecamatan Jogoroto. Pembangunan toilet SDN Sugihwaras 1 Kecamatan Ngoro. Rehabilitasi perpustakaan SDN Kaliwungu 2 Kecamatan Jombang dan SDN Ngoro 3 Kecamatan Ngoro.
Rehabilitasi juga menyasar pagar dan gapura SDN Godong Kecamatan Gudo. Serta toilet di SDN Jatigedong 1 Kecamatan Ploso.
Untuk ruang kelas, rehabilitasi dilakukan di SDN Karangwinongan Kecamatan Mojoagung. SDN Tengaran 2 Kecamatan Peterongan. SDN Candimulyo Kecamatan Jombang. SDN Ngoro 2 Kecamatan Ngoro. SDN Jarak 1 Kecamatan Jogoroto. SDN Ploso Kecamatan Ploso. SDN Sumbermulyo 1 Kecamatan Jogoroto. Serta SDN Morosunggingan Kecamatan Peterongan.
Seluruh pekerjaan dilakukan melalui mekanisme pengadaan langsung sesuai ketentuan yang berlaku.
’’Proses tendernya melalui LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) sesuai aturan yang berlaku,’’ terangnya.
Pekerjaan rehabilitasi dikerjakan enam penyedia jasa. Tiap kontraktor menangani lebih dari satu paket pekerjaan. Untuk Pokir biasanya pemilik pokir telah menunjuk sendiri penyedia yang diinginkan.
’’Rata-rata satu kontraktor mengerjakan dua sampai tiga paket pekerjaan. Yang pokir kadang sudah ditentukan, tapi ada juga yang meminta tolong kami yang memilih penyedianya,’’ jelasnya.
Total anggaran rehabilitasi 19 SD tersebut mencapai Rp 1,8 miliar.
Sebagian besar pekerjaan masih berlangsung. Namun sejumlah proyek telah rampung lebih cepat dari target. Di antaranya, rehabilitasi di SDN Godong Kecamatan Gudo, SDN Ploso, SDN Sepanyul Kecamatan Gudo, SDN Mojokrapak 2 dan SDN Tampingmojo.
’’Ada enam sekolah yang sudah selesai. Sebagian bahkan tidak sampai 40 hari, terutama pekerjaan pembangunan toilet, gak sampai 30 hari sudah selesai,’’ paparnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto