JOMBANG – Hari ini (2/6) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk 15 SMP yang pagunya masih belum terpenuhi dibuka. Tahapan ini diharapkan dapat mengisi kekurangan kuota di sejumlah sekolah karena jumlah siswa yang diterima akan berpengaruh terhadap besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, mengatakan, pemenuhan pagu dilakukan secara daring dan ditutup pada hari yang sama pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, pengumuman sementara dijadwalkan pada 3 Juli, pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli, serta daftar ulang dan pemberkasan pada 5 Juli hingga pukul 15.00 WIB.
Ia berharap tahapan pemenuhan pagu mampu mengurangi jumlah kursi kosong di sejumlah SMP negeri. ”Kami berharap kekurangan ini bisa dimaksimalkan, jika masih ada kekurangan nantinya akan dibuka pendaftaran offline,” ujarnya.
Baca Juga: Seluruh Kuota 12 SMA Negeri di Jombang Resmi Penuh, SPMB Tahap SMA Berakhir
Eko menjelaskan, terpenuhinya jumlah peserta didik sangat berpengaruh terhadap pendanaan operasional sekolah. Sebab, alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dihitung berdasarkan jumlah siswa yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
”Jelas berpengaruh. Dana BOS dasarnya jumlah siswa, Dapodik juga demikian. Karena itu kami berharap kekurangan ini bisa diminimalkan melalui pendaftaran offline,” katanya.
Meski demikian, Disdikbud belum dapat memastikan apakah sekolah yang tidak mampu memenuhi kuota pada tahun ini akan mengalami penyesuaian pagu penerimaan pada pelaksanaan SPMB tahun berikutnya.
Menurut Eko, keputusan tersebut akan ditentukan setelah seluruh tahapan SPMB 2026 selesai dan dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
”Kami akan melihat hasil akhirnya terlebih dahulu. Nanti akan dievaluasi berdasarkan data penerimaan tahun ini,” pungkasnya. (wen)
Editor : Anggi Fridianto