JOMBANG – Selama siswa libur, dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meminta semua guru meningkatkan kapasitas diri menghadapi tahun ajaran baru. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang melakukan itu dengan menggelar seminar berseri secara daring. Guru tidak dibiarkan masuk kerja tanpa kegiatan positif,
Webinar dilakukan mulai 2 Juli hingga 10 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti guru, tenaga kependidikan (GTK), dan tenaga administrasi sekolah dari SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Jombang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, mengatakan, program tersebut dirancang agar masa libur siswa dimanfaatkan guru untuk meningkatkan kompetensi sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas saat tahun ajaran baru dimulai.
”Anak-anak sekarang sedang libur. Guru justru memanfaatkan masa libur ini dengan berbagai aktivitas yang semuanya berorientasi pada layanan pendidikan yang lebih bermutu bagi peserta didik,” ujarnya, Kamis (2/7).
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jombang Dibuka 14 Juli, Pemkab Siapkan Guru Sementara dari ASN dan Honorer
Webinar dibuka dengan tema "Satu Guru Satu Inovasi: Menggerakkan Perubahan dari Ruang Kelas". Pada sesi perdana tersebut, Eko menjadi narasumber bersama Elvi Era Fitri, guru yang masuk Top 25 Terbaik East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026.
Menurut Eko, kegiatan diikuti seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Sebagian besar peserta mengikuti webinar secara bersama-sama dari ruang guru di sekolah masing-masing sehingga dapat langsung berdiskusi usai materi disampaikan.
”Mayoritas guru mengikuti dari ruang guru sekolah masing-masing. Jadi satu perangkat ditonton bersama, kemudian didiskusikan. Harapannya muncul inspirasi dan semangat untuk berinovasi," katanya.
Selama pelaksanaan kegiatan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang menyiapkan 12 seri webinar dengan berbagai tema, mulai inovasi pembelajaran, digitalisasi administrasi sekolah, pembelajaran mendalam (deep learning), kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan karakter dan kepemimpinan sekolah. Sejumlah akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi serta pakar pendidikan juga dijadwalkan menjadi narasumber.
Eko menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari semangat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang mendorong gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Menurutnya, guru perlu terus memperbarui pengetahuan agar mampu mengimbangi perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik.
Baca Juga: TPG Ke-13 Guru di Jombang Belum Cair, Ini Penjelasan Pemkab Jombang
”Perkembangan di luar sangat cepat dan anak-anak sudah terpapar berbagai hal. Guru tidak boleh kalah langkah. Kita harus lebih siap, lebih awal, agar mampu memberikan pendampingan yang lebih baik kepada mereka," tegasnya.
Ia menambahkan, selama dua pekan masa libur sekolah, guru diharapkan memperoleh banyak inspirasi dan wawasan baru yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.
”Selama dua minggu ini guru-guru kami isi dengan berbagai nutrisi pengetahuan. Mudah-mudahan menjadi bekal untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih berdampak ketika siswa kembali masuk sekolah," pungkasnya. (wen)
Editor : Anggi Fridianto