JOMBANG – Sebanyak 354 kursi di SMP negeri Kabupaten Jombang masih belum terisi setelah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili berakhir. Pendaftaran pemenuhan pagu bakal dilakukan pada 3 Juli secara online.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, mengatakan pendaftaran offline hanya akan dibuka apabila setelah proses pemenuhan pagu online masih terdapat kursi yang kosong.
”Kalau setelah pemenuhan pagu online masih ada yang kosong, baru dibuka pendaftaran secara offline,” ujarnya.
Berdasarkan data Disdikbud Kabupaten Jombang, terdapat 15 SMP negeri yang masih memiliki sisa kuota sebanyak 354 kursi. Sisa terbanyak berada di SMP Negeri 1 Plandaan dengan 49 kursi, disusul SMP Negeri 3 Kabuh sebanyak 42 kursi, SMP Negeri 1 Megaluh 39 kursi, SMP Negeri 2 Ploso 38 kursi, serta SMP Negeri 1 Kabuh dan SMP Negeri 2 Kabuh yang masing-masing masih menyisakan 32 kursi.
Selain itu, SMP Negeri 1 Kudu masih memiliki 27 kursi kosong, SMP Negeri 2 Wonosalam 23 kursi, SMP Negeri 3 Wonosalam 17 kursi, SMP Negeri 3 Plandaan 13 kursi, SMP Negeri 1 Wonosalam 12 kursi, SMP Negeri 2 Bareng 11 kursi, SMP Negeri Ngusikan 10 kursi, SMP Negeri 2 Plandaan delapan kursi, dan SMP Negeri 2 Megaluh satu kursi.
Eko menilai masih banyaknya kursi kosong terutama terjadi di sekolah-sekolah yang berada di wilayah utara Kabupaten Jombang. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh persebaran pilihan sekolah para calon peserta didik.
”Daerah-daerah itu relatif berdekatan. Ada yang rumahnya lebih dekat ke Plandaan akhirnya memilih ke sana, ada yang lebih dekat ke Ploso akhirnya ke Ploso. Jadi persebaran pilihan sekolah juga memengaruhi,” katanya.
Baca Juga: Membanggakan! 30 Pelajar Jombang Tembus Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi
Selain faktor geografis, Eko menduga perubahan mekanisme SPMB tahun ini turut memengaruhi distribusi pendaftar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini siswa memiliki lebih banyak jalur untuk masuk ke sekolah negeri.
”Bisa jadi karena sekarang ada jalur prestasi akademik dan nilai rapor. Anak-anak yang sebelumnya hanya berpeluang melalui jalur domisili, sekarang memiliki pilihan lain sehingga distribusi pendaftarnya berubah,” jelasnya.
Menurutnya, sekolah-sekolah yang sebelumnya selalu penuh kini mulai kehilangan sebagian calon peserta didik karena mereka berhasil diterima di sekolah lain melalui jalur prestasi.
”Ini memang masih analisis kami. Dulu mungkin mereka hanya fokus ke satu sekolah karena tidak punya pilihan lain. Sekarang setelah ada jalur prestasi, mereka bisa mencoba sekolah yang lebih diminati,” ujarnya.
Sekolah yang masih memiliki kursi kosong dapat mengajukan permohonan pemenuhan pagu ke Dinas Pendidikan paling lambat 1 Juli 2026 pukul 14.00 WIB.
Proses analisis permohonan dan penetapan pemenuhan pagu akan dilakukan pada 2 Juli 2026, dilanjutkan pendaftaran SPMB Online Pemenuhan Pagu pada 3 Juli 2026 hingga pukul 15.00 WIB. Pengumuman sementara dijadwalkan pada hari yang sama, sedangkan hasil akhir seleksi pemenuhan pagu akan diumumkan pada 4 Juli 2026. Bagi peserta yang diterima pada tahap tersebut, daftar ulang dan pemberkasan dilaksanakan pada 5 Juli 2026 dan ditutup pukul 15.00 WIB.
Disdikbud berharap tahapan pemenuhan pagu tersebut mampu mengoptimalkan keterisian kursi di sekolah-sekolah yang masih kekurangan peserta didik, sehingga daya tampung SMP negeri di Kabupaten Jombang dapat dimanfaatkan secara maksimal. ”Harapan kami semua kursi terisi dengan adanya pemenuhan pagu ini,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto