JOMBANG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Kabupaten Jombang telah resmi ditutup pada 25 Juni. Saat ini, tahapan yang berlangsung adalah daftar ulang secara daring (online) bagi calon murid yang dinyatakan diterima mulai 26-28 Juni.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, menjelaskan daftar ulang yang bersifat wajib hanyalah melalui sistem online sesuai ketentuan SPMB.
”SPMB sudah selesai ditutup pada 25 Juni. Saat ini prosesnya adalah daftar ulang secara online. Itu yang wajib dilakukan oleh calon murid yang diterima,” ujarnya.
Meski demikian, Disdikbud Kabupaten Jombang meminta seluruh SMP negeri tetap membuat pengumuman hasil seleksi secara luring (offline) agar dapat diakses masyarakat yang datang langsung ke sekolah.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu, Jalur Domisili Sebaran SPMB SD Jombang Masih Longgar
Selain itu, pelaksanaan daftar ulang secara offline juga dipersilakan apabila diperlukan. Namun, teknis pelaksanaannya sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing sekolah.
”Untuk pengumuman secara offline kami minta tetap dibuat di sekolah. Sedangkan daftar ulang offline diserahkan kepada kebijakan masing-masing sekolah. Yang wajib tetap daftar ulang online,” jelas Eko.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Jombang, Wiwik Astutik, mengatakan pihaknya tetap menyiapkan pengumuman hasil seleksi secara langsung di lingkungan sekolah.
”Kami membuat pengumuman offline yang resmi ditempel di dinding sekolah pada tanggal 26 Juni pukul 10.00. Setelah itu dilanjutkan dengan daftar ulang offline pada 29 sampai 30 Juni, setelah seluruh calon murid melakukan daftar ulang online,” katanya.
Menurut Wiwik, pelaksanaan daftar ulang secara langsung bukan sebagai pengganti sistem online, melainkan untuk memudahkan administrasi sekolah sekaligus menjadi kesempatan bagi peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah.
”Harapannya anak-anak juga mulai mengenal lingkungan sekolah barunya sehingga saat masuk tahun ajaran baru nanti mereka sudah lebih siap dan tidak merasa asing,” pungkasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto