Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

SPMB SMP Jombang Masuk Tahap Simulasi, Ribuan Calon Siswa Belum Cetak PIN

Wenny Rosalina • Senin, 15 Juni 2026 | 08:17 WIB
 TELITI: Siswa SMPN 1 Jombang mengisi data di lab sekolah untuk persiapan SPMB SMA SMK, (26/5).
TELITI: Siswa SMPN 1 Jombang mengisi data di lab sekolah untuk persiapan SPMB SMA SMK, (26/5).

 

JOMBANG – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Jombang memasuki tahap simulasi aplikasi setelah masa pendataan ditutup pada Jumat (13/6) pukul 15.00 WIB. Tahap simulasi dan seleksi dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 17 Juni 2026.

’’Sistem pendaftaran telah ditutup sesuai jadwal dan tidak akan diperpanjang karena aplikasi akan menutup secara otomatis,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, kemarin.

Hingga menjelang penutupan pendataan pada Jumat (12/6), masih terdapat sejumlah calon peserta didik yang belum menyelesaikan seluruh tahapan pendaftaran. Dinas Pendidikan sebelumnya telah mengimbau sekolah-sekolah untuk membantu siswa yang masih

mengalami kendala administrasi maupun teknis.

’’Bagi yang masih terkendala, kami beri kesempatan untuk segera mengonfirmasi sehingga permasalahan yang dihadapi bisa segera teratasi,’’ terangnya.

Baca Juga: Hasil SPMB Jombang 2026 Diumumkan, Ini Nilai dan Jarak Peserta yang Lolos SMA Favorit

Berdasarkan data terakhir, sebanyak 11.868 calon siswa telah melakukan proses foto untuk verifikasi data. Dari jumlah tersebut, 11.072 siswa dinyatakan sukses melakukan foto dan verifikasi.

Sementara itu, jumlah calon peserta didik yang telah mencetak PIN baru mencapai 8.719 siswa. Angka tersebut masih berada di bawah total pagu yang tersedia, yakni 10.656 kursi.

’’Kalau melihat jumlah yang sudah cetak PIN memang masih kurang sekitar dua ribuan dari pagu yang tersedia. Namun yang sudah melakukan foto dan verifikasi sebenarnya sudah lebih dari sebelas ribu siswa,’’ jelasnya.

Kendala yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan data kependudukan pada Kartu Keluarga (KK).

’’Permasalahan yang sering muncul, KK yang terdeteksi tidak aktif saat diverifikasi melalui sistem. Ada yang karena dokumennya sudah diperbarui sehingga barcode lama tidak bisa digunakan lagi. Ada juga yang terdampak migrasi data kependudukan beberapa tahun lalu sehingga datanya tidak terbaca,’’ terangnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya menyarankan masyarakat segera melakukan pembaruan data kependudukan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) maupun kantor kecamatan setempat.

’’Kami sarankan segera diperbarui ke Dukcapil atau kecamatan. Dokumen kependudukan yang aktif sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan administrasi masyarakat. Jika KK baru tidak dapat diterima oleh sistem, maka ada menu KK lama sebagai penunjang,’’ urainya. (wen/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#SPMB Jombang 2026 #SMP Negeri Jombang #pendaftaran siswa baru Jombang #seleksi SMP Jombang #disdikbud jombang