Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Keren! MTsN 4 Denanyar Padukan Kurikulum Madrasah dan Pesantren agar Siswa Tak Kelelahan

Wenny Rosalina • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:41 WIB
Kegiatan siswa MTsN 4 Jombang dalam kegiatan outing class
Kegiatan siswa MTsN 4 Jombang dalam kegiatan outing class

 

JOMBANG – MTsN 4 Jombang Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar terus berupaya meningkatkan kualitas madrasah.

Salah satunya, dengan melakukan revitalisasi kurikulum.

 Harapannya, murid dapat menyeimbangkan belajar di madrasah dengan kualitas pembelajaran yang maksimal, juga kegiatan pondok pesantren yang padat.

’’Desain kurikulum kita siapkan sebagai langkah strategis menghadapi ketatnya persaingan lembaga pendidikan di wilayah Jombang,’’ kata Kepala MTsN 4 Jombang Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Dr Aziz Ja’far MPdI.

Revitalisasi tersebut rencananya mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang.

Baca Juga: MTsN 4 Jombang Siapkan Kelas Khusus OMAT, Cetak Siswa Juara Olimpiade

Kurikulum merupakan ”dapur” utama madrasah yang menentukan kualitas layanan pendidikan. Karena itu, MTsN 4 ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dan memiliki nilai jual di antara sekolah-sekolah lain.

”Sekarang lembaga pendidikan berkembang dan bersaing sangat ketat. Maka kita harus punya sesuatu yang layak dijual. Salah satunya lewat revitalisasi kurikulum,” ujarnya.

Dalam skema baru tersebut, MTsN 4 Jombang akan mengintegrasikan program unggulan langsung ke dalam kegiatan intrakurikuler.

Ada empat basis kompetensi yang menjadi fokus pengembangan, yakni sains, agama, bahasa, dan digital.

Empat program itu dikemas dalam Madrasah Science Club (MSC), Madrasah Language Academy (MLA), Tafaqquh Fiddin Academy (TFA), dan Madrasah Digital Creative (MDC).

”Selama ini program unggulan itu membutuhkan jam tambahan dan terkesan terpisah dengan skema kurikulum inti.

Nanti kita masukkan ke intrakurikuler supaya lebih padat, lebih fokus, tapi tidak mengurangi substansi,” terang Aziz.

Ia menilai langkah tersebut penting karena mayoritas murid MTsN 4 Jombang juga menjalani proses pembelajaran  di pesantren.

 Kondisi itu membuat sekolah harus mampu mengharmonisasi kebutuhan pendidikan formal dan nonformal sekaligus.

”Kita ini di lingkungan pesantren. Anak-anak setelah sekolah masih mengikuti kegiatan KBM diniyah di pesantren. Maka kurikulumnya harus benar-benar efektif dan efisien,” katanya.

Adanya revitalisasi kurikulum juga berdampak pada penataan jam belajar hingga penguatan program kelas percepatan atau Sistem Kredit Semester (SKS).

”Menjelang tahun pelajaran baru, dan mematangkan revitalisasi kurikulum, saat ini kami masih dalam tahap penyusunan bersama jajaran guru dan wakil kepala bidang kurikulum,” jelasnya.

Salah satu skema yang sedang dibahas adalah memadatkan dan mengintegrasikan pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar agar tidak tumpang tindih sekaligus pemanfaatan waktu yang efektif. Dengan demikian, murid masih memiliki waktu cukup untuk mengikuti kegiatan diniyah di masing-masing pesantren. ”kegiatan di madrasah bisa selesai sekitar setengah dua. Jadi ada waktu untuk pengembangan program unggulan tanpa membuat anak-anak terlalu capek, apalagi MTsN 4 menjalankan 6 hari kerja," ujarnya.

Menurut dia, mayoritas murid MTsN 4 Jombang juga tinggal dan belajar di lingkungan pondok pesantren. Karena itu, madrasah harus mampu menyesuaikan ritme belajar agar murid tetap optimal menjalani pendidikan formal maupun diniyah.

”Kalau anak pulang sore lalu lanjut diniyah, tentu mereka lelah. Maka kurikulumnya harus dipadatkan, tapi tetap berkualitas,” katanya.

MTsN 4 Jombang juga melanjutkan program kelas percepatan SKS. ”Dulu sistemnya disebar di masing-masing kelas. Sekarang saya buat satu kelas khusus supaya pembelajaran lebih efektif,” jelasnya.

Ia menilai model by class membuat guru lebih mudah melakukan diferensiasi pembelajaran untuk murid dengan kemampuan akademik tinggi.

 

Mendukung program revitalisasi kurikulum, siswa tidak hanya belajar dalam kelas. MTsN 4 Jombang juga menggelar kegiatan outing class yang disesuaikan dengan masing-masing kelas unggulan.

11 Mei, kelas sains berkunjung ke Eco Aktive Park Batu serta Masjid Ceng Ho. Sedangkan kelas Tafaqquh Fiddin ke Masjid Arrohman Blitar, Makam Bung Karno, dan Makam Syekh Ihsan Jampes. Sedangkan kelas bilingual siswa diajak ke kampung inggris, Pare Kediri, Eco Aktive Park Batu, simpang loma Gumul, Pagung Agrowisata Kediri, dan Makam Syekh Ihsan Jampes.

12 Mei, kelas Multimedia outing class ke malang Creative Center (MCC), Kebun Raya Purwodadi dan Masjid Ceng Ho. ”Dengan berkunjung ke tempat-tempat sesuai dengan programnya, kami berharap, siswa belajar banyak hal di luar kelas sebagai bagian dari pengembangan kurikulum berkelanjutan,” harapnya. (wen/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Kurikulum Jombang #Madrasah Jombang #SKS Jombang #Pesantren Jombang #MTsN 4 Jombang