JOMBANG – Setelah kain seragam tuntas diadakan dalam waktu 90 hari kalender, bakal dilakukan proses penjahitan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, distribusi kain kali ini tidak lagi dalam bentuk potongan jadi.
Kain akan dikirim dalam bentuk gelondongan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang terlebih dahulu sebelum diambil penjahit.
’’Nanti kain didrop ke dinas dulu. Kita carikan tempat yang besar dan luas,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, melalui Kasi Pengembangan dan Sarana Prasarana Ahmad Jalalludin, kemarin.
Setelah kain diserahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang bakal melakukan pemilahan dan uji lab untuk memastikan jika kain sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati.
Baca Juga: Pengadaan Seragam Gratis untuk Siswa Baru Terus Dikebut, Segini Anggaran Kain dan Ongkos Jahitnya
’’Kami bekerja sama dengan laboratorium di Bandung untuk memastikan spek kainnya sesuai,’’ jelasnya.
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari pengadaan seragam jadi tahun lalu. Untuk mengantisipasi kekurangan ukuran pada siswa bertubuh besar.
Sedangkan bagi siswa yang memiliki postur tubuh kecil sisa kain masih cukup banyak. Nantinya penjahit akan melakukan pengukuran langsung di sekolah sebelum mengambil kain di dinas.
’’Kalau kain langsung dipotong seperti dulu, ada yang kekurangan karena ukuran anak berbeda-beda. Sekarang penjahit yang mengukur di sekolah, lalu mengambil kain sesuai kebutuhan,’’ terangnya.
Baca Juga: Diperketat, Pengadaan Kain Seragam Gratis Siswa Baru di Jombang Gunakan Uji Lab Terakreditasi KAN
Kain jenjang SMP diadakan untuk 26.000 siswa sedangkan untuk SD diadakan 20.000 siswa. Pagu kain seragam SD mencapai Rp 3.510.000.000 dan Rp 5.347.200.000 untuk jenjang SMP.
Sedangkan anggaran jasa jahit seragam dua setel baju untuk jenjang SMP/MTs Rp 5.980.000.000. Sementara jasa ongkos jahit seragam SD/MI Rp 5.374.000.000. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto