JOMBANG – Forum Kepala Unit Pendidikan Darul Ulum (FKUPDU) menggelar Diklat Jurnalistik dan Public Speaking di Gedung Serba Guna (GSG) SMA Darul Ulum 2 BPPT, Selasa (15/5).
Diikuti ratusan siswa mulai jenjang MIN hingga MA dilingkup Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU).
’’Ini sebagai upaya membentuk generasi santri yang kritis, komunikatif, dan mampu bersaing di era informasi digital,’’ kata Ketua FKUPDU, Mochamad Yusuf SAg MPd.
Ini menjadi wadah pengembangan kompetensi siswa dalam bidang jurnalistik dan public speaking. Menurutnya, kemampuan menulis dan berbicara di depan publik menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki santri saat ini.
’’Kami berharap kegiatan ini dapat mengembangkan kompetensi jurnalistik dan public speaking siswa di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum,’’ terang Kepala SMP Darul Ulum 1 Unggulan Rejoso ini.
Derasnya arus informasi menuntut generasi muda memiliki kemampuan menyampaikan informasi secara benar sekaligus mampu memilah berita yang beredar. Karena itu, siswa perlu dibekali kemampuan menulis berita, menyusun kalimat menarik, hingga berbicara dengan baik di depan umum.
Keterampilan tersebut penting agar para siswa tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kemampuan komunikasi juga menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing santri di berbagai bidang.
’’Anak-anak harus belajar cara menulis yang baik, menyampaikan berita dengan benar, dan berbicara di depan publik. Ini penting agar mereka bisa menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh berita yang menyesatkan,’’ tuturnya.
Santri Darul Ulum harus percaya diri dan mampu bersaing dengan pelajar di luar pesantren.
Salah satu prestasi yang berhasil diraih siswa Darul Ulum, juara internasional roket air. Capaian tersebut membuktikan, santri memiliki potensi besar untuk berkembang di berbagai bidang jika dibekali kemampuan dan wawasan yang memadai.
’’Inti dari proses belajar membaca dan menulis,’’ kata Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, Mashudi SS SPd MPd.
Kemampuan jurnalistik dan public speaking dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi perkembangan zaman.
’’Jika kamu menguasai ilmu jurnalistik dan public speaking, maka kamu akan menguasai dunia,’’ katanya di hadapan peserta.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum (MPPDU) Rejoso, Drs KH Cholil Dahlan, menjelaskan, sejak zaman Yunani kuno, perkembangan ilmu pengetahuan tidak lepas dari logika dan estetika dalam upaya mencari kebenaran dan memahami kehidupan.
’’Tradisi jurnalistik berkembang dari konsep riwayah dan diroyah yang kemudian berkembang di universitas-universitas Eropa hingga menjadi dasar ilmu jurnalistik modern saat ini,’’ urainya.
Perlu kehati-hatian dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Ia mengingatkan agar setiap berita terlebih dahulu disaring sebelum disampaikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan dampak negatif.
’’Tidak semua berita yang kita dengar harus langsung disampaikan. Berita harus disaring agar tidak menimbulkan dampak buruk di masyarakat,’’ pesannya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto