Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal Polres Jombang, Utamakan Takwa  

Rojiful Mamduh • Sabtu, 9 Mei 2026 | 07:40 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

 

Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (24/4), Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, KH M Zaimuddin Wijaya As'ad (Gus Zuem) menjelaskan pentingnya takwa.

’’Orang yang takwa pasti diberi Allah Ta’ala rezeki, solusi dan jalan keluar terbaik,’’ tuturnya.

Sebagaimana disebutkan di Surat Attalaq 2 dan 3. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya.

 

Ayat ini menunjukkan, takwa bukan hanya urusan ibadah ritual, tetapi juga kunci pertolongan, kemudahan, dan keberkahan hidup.

 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.

 

Gus Zuem cerita, pada bulan Dzulqa’dah tahun 6 Hijriyah seperti sekarang, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersama sahabat hendak melakukan ibadah haji. Namun dihadang oleh kaum kafir Quraisy di Hudaibiyah. 

 

Nabi dan kafir Quraisy akhirnya membuat perjanjian Hudaibiyah. Di antara isinya; Pertama, gencatan senjata selama 10 tahun.

Kedua, orang kafir Quraisy yang datang ke Madinah  tanpa izin keluarganya, harus dikembalikan ke Makkah. Tetapi orang muslim yang di Makkah tidak akan dikembalikan ke Madinah.

Ketiga, tahun ini Nabi dan rombongan tidak boleh masuk Makkah.

Nabi meneken perjanjian itu karena diperintah oleh Allah Ta’ala. Para sahabat keberatan dengan perjanjian itu  karena dinilai merugikan umat Islam. Namun Allah Ta’ala justru menurunkan Surat Alfath 1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.

 

’’Ketaatan kepada Allah tetaplah yang terbaik,’’ ucapnya. Kondisi yang damai membuat umat Islam di Makkah bisa berdakwah sehingga yang masuk Islam semakin banyak. Umat Islam di Madinah juga bisa terus memperbesar kekuatan.

Sehingga pada tahun 10 Hijriyah terjadi Fathu Makkah atau penaklukan Kota Makkah.

 

’’Ini mengajarkan bahwa dalam bekerja dan hal apapun utamakan takwa meskipun kadang tidak sesuai logika,’’ ucapnya. Takwa itu fondasinya iman, percaya kepada Allah Ta’ala. Sedangkan logika terkadang dipengaruhi nafsu dan syahwat.

 

Peristiwa itu mengajarkan bahwa kemenangan tidak selalu datang lewat kekerasan atau emosi. Tetapi lewat kesabaran, takwa, dan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

 

Ali bin Abi Thalib berkata: Takwa adalah takut kepada Allah Yang Maha Agung. Mengamalkan Alquran. Rida terhadap yang sedikit, dan bersiap menghadapi hari akhir.

 

Sedangkan Abdullah bin Mas'ud radiyallahu anhu mengatakan: Hakikat takwa adalah Allah ditaati dan tidak dimaksiati, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri.

 

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Orang bertakwa takut terhadap apa yang Allah haramkan dan menunaikan apa yang Allah wajibkan.

 

Sementara Imam Al-Ghazali menjelaskan, takwa ibarat benteng hati. Semakin kuat takwa seseorang, semakin sulit setan dan hawa nafsu menguasainya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#polres jombang' #Jombang #Binrohtal