Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Komitmen Majukan Mutu Pendidikan, Waras kepala SMAN Mojoagung Bangun Dedikasi Panjang di Dunia Pendidikan

Wenny Rosalina • Senin, 4 Mei 2026 | 08:10 WIB
Drs. Waras, M.M.Pd, kepala SMAN Mojoagung
Drs. Waras, M.M.Pd, kepala SMAN Mojoagung

 

JOMBANG – Komitmen panjang di dunia pendidikan ditunjukkan Kepala SMAN Mojoagung Drs. Waras, M.M.Pd,. Ia meyakini, pendidikan merupakan kunci utama perubahan sosial. Menurutnya, setiap proses mendidik adalah investasi jangka panjang yang hasilnya bisa melampaui usia seorang pendidik.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hidup untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa. ”Menjadi guru bagi saya adalah panggilan jiwa untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Ada kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan materi ketika melihat murid yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, dan yang awalnya ragu menjadi percaya diri,” ujarnya.

Menurutnya, setiap proses mendidik adalah investasi jangka panjang yang hasilnya bisa melampaui usia seorang pendidik. ”Dengan mendidik, kita sedang menanam benih untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Lahir di Pasuruan, 6 Juni 1966 kini Waras tinggal di wilayah Kejapanan, RT 004, RW 026, Kelurahan Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Sejak kecil, ia menempuh pendidikan formal secara konsisten hingga mencapai jenjang magister.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Kejapanan 1 Gempol dan lulus pada 1979. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Swasta Gempol dan lulus pada 1982.

Minatnya di bidang ekonomi dan administrasi mulai terlihat saat menempuh pendidikan di SMEA Negeri Sidoarjo jurusan Tata Buku dan lulus pada 1985. Bekal tersebut kemudian mengantarkannya melanjutkan studi ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada program Pendidikan Akuntansi dan lulus pada 1990.

Tak berhenti sampai jenjang sarjana, Waras kembali memperdalam kompetensinya dengan menempuh pendidikan S-2 Manajemen Pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen IMNI dan lulus pada 2007.

Karier kepemimpinan Waras di dunia pendidikan dimulai ketika ia dipercaya menjadi Kepala SMAN 1 Mojosari di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto pada 1 Maret 2015 hingga 28 Desember 2018. Setelah itu, ia mendapat amanah baru sebagai Kepala SMAN Plandaan di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang mulai 28 Desember 2018 hingga 4 Mei 2020.

Perjalanan kepemimpinannya berlanjut ketika ditugaskan menjadi Kepala SMAN Kesamben pada 4 Mei 2020 hingga 30 November 2022. Sejak 1 Desember 2022 hingga sekarang, Waras resmi ditugaskan sebagai Kepala SMAN Mojoagung di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah

Kabupaten Jombang.

 

Selama menjadi pendidik, salah satu pengalaman paling berkesan bagi Waras adalah ketika harus mengajar dalam berbagai keterbatasan, namun tetap mampu membangun kedekatan dengan siswa. ”Pengalaman paling berkesan adalah ketika ikhlas mengajar di tengah keterbatasan, berhasil mendekati siswa yang aktif, lalu melihat perkembangan positif mereka. Momen seperti itu mengubah rasa lelah menjadi kebanggaan,” ungkapnya.

Menurutnya, kebahagiaan seorang guru tidak selalu datang dari capaian formal, tetapi juga dari proses melihat perubahan karakter dan perkembangan siswa. Di bawah kepemimpinannya, SMAN Mojoagung juga memiliki program unggulan berbasis penguatan karakter religius, yakni program “Ngaji Bareng” dan “Ngaji Singkat”.

Program tersebut dirancang untuk membangun budaya sekolah yang positif dan religius melalui internalisasi nilai-nilai Alquran. ”Program ini bertujuan menanamkan nilai Alquran melalui keteladanan kepala sekolah, sekaligus mempererat hubungan guru dan siswa dalam suasana yang lebih santai namun tetap khidmat,” jelasnya. (wen/naz)

 

Baca Juga: Santri Tebuireng Belajar Jaga Mental Sehat Lewat Kiat “WARAS” di Ponpes Al-Malfudz Seblak

Pendidikan Harus Memanusiakan Manusia

PERUBAHAN zaman dan perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Hal ini menjadi perhatian utama Kepala SMAN Mojoagung, Drs. Waras, M.M.Pd, dalam memandang pendidikan masa kini.

Dalam memaknai Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei, ia menilai momentum tersebut bukan sekadar agenda tahunan atau seremoni formal. Hardiknas adalah momen refleksi untuk melihat sejauh mana pendidikan kita mampu memanusiakan manusia,” tegasnya.

Menurutnya, Hari Pendidikan Nasional juga menjadi waktu penting untuk mengevaluasi berbagai tantangan pendidikan, mulai dari adaptasi teknologi hingga pemerataan kualitas pendidikan.

Menurut Waras, pendidikan di Indonesia telah berkembang sangat pesat dari masa ke masa. Sistem pendidikan yang dulu sederhana kini telah bergerak menuju pemanfaatan teknologi modern dalam proses pembelajaran. Pendidikan di Indonesia mengalami transformasi luar biasa, mulai dari sistem yang sangat sederhana hingga pemanfaatan teknologi canggih saat ini,” jelasnya.

Ia menilai, perjalanan pendidikan nasional mencerminkan perubahan prioritas bangsa, dari sekadar memenuhi kebutuhan dasar menuju upaya mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia. Meski demikian, Waras menekankan, kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan esensi utama pendidikan, yakni memanusiakan manusia.

Dalam menjalankan kepemimpinan sekolah, Waras menghadapi tantangan yang semakin kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu. Salah satu tantangan terbesar adalah pola pikir sebagian orang tua yang belum seimbang dalam memandang pendidikan. Ada orang tua yang menganggap pendidikan sepenuhnya tanggung jawab sekolah, sementara sebagian lain terlalu intervensi tanpa memahami aturan akademik,” ujarnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, ia menerapkan komunikasi dua arah yang transparan antara sekolah dan orang tua. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memanfaatkan media sosial dan forum diskusi untuk menyampaikan perkembangan siswa secara positif. Komunikasi yang baik menjadi kunci agar sekolah dan orang tua memiliki visi yang sama dalam mendampingi anak,” tambahnya.

Dalam meningkatkan kualitas guru dan siswa, Waras menekankan pemanfaatan teknologi sebagai bagian penting dalam transformasi pendidikan. Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk mendukung pembelajaran mandiri, kolaborasi, serta personalisasi materi sesuai kebutuhan siswa.

Teknologi juga membantu guru dalam menyajikan visualisasi konsep yang kompleks secara lebih efektif dan efisien. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi, sementara siswa perlu dibiasakan aktif, inovatif, dan mandiri dalam belajar,” katanya.

Waras juga memandang sekolah memiliki peran sangat penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Ia menyebut sekolah harus menjadi fasilitator sekaligus pemandu agar siswa tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki literasi digital dan etika yang baik. Sekolah wajib mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, dan memastikan siswa berpikir kritis serta memanfaatkan teknologi secara bijak,” tegasnya.

Menurutnya, keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata harus terus dijaga agar siswa tidak kehilangan nilai-nilai karakter dan kemanusiaan. Teknologi penting, tetapi karakter tetap fondasi utama pendidikan,” tandas Waras. (wen/naz)

 

 

njang yang hasilnya bisa melampaui usia seorang pendidik. ”Dengan mendidik, kita sedang menanam benih untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Lahir di Pasuruan, 6 Juni 1966 kini Waras tinggal di wilayah Kejapanan, RT 004, RW 026, Kelurahan Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Sejak kecil, ia menempuh pendidikan formal secara konsisten hingga mencapai jenjang magister.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Kejapanan 1 Gempol dan lulus pada 1979. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Swasta Gempol dan lulus pada 1982.

Minatnya di bidang ekonomi dan administrasi mulai terlihat saat menempuh pendidikan di SMEA Negeri Sidoarjo jurusan Tata Buku dan lulus pada 1985. Bekal tersebut kemudian mengantarkannya melanjutkan studi ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada program Pendidikan Akuntansi dan lulus pada 1990.

Tak berhenti sampai jenjang sarjana, Waras kembali memperdalam kompetensinya dengan menempuh pendidikan S-2 Manajemen Pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen IMNI dan lulus pada 2007.

Karier kepemimpinan Waras di dunia pendidikan dimulai ketika ia dipercaya menjadi Kepala SMAN 1 Mojosari di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto pada 1 Maret 2015 hingga 28 Desember 2018. Setelah itu, ia mendapat amanah baru sebagai Kepala SMAN Plandaan di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang mulai 28 Desember 2018 hingga 4 Mei 2020.

Perjalanan kepemimpinannya berlanjut ketika ditugaskan menjadi Kepala SMAN Kesamben pada 4 Mei 2020 hingga 30 November 2022. Sejak 1 Desember 2022 hingga sekarang, Waras resmi ditugaskan sebagai Kepala SMAN Mojoagung di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.

Selama menjadi pendidik, salah satu pengalaman paling berkesan bagi Waras adalah ketika harus mengajar dalam berbagai keterbatasan, namun tetap mampu membangun kedekatan dengan siswa. ”Pengalaman paling berkesan adalah ketika ikhlas mengajar di tengah keterbatasan, berhasil mendekati siswa yang aktif, lalu melihat perkembangan positif mereka. Momen seperti itu mengubah rasa lelah menjadi kebanggaan,” ungkapnya.

Menurutnya, kebahagiaan seorang guru tidak selalu datang dari capaian formal, tetapi juga dari proses melihat perubahan karakter dan perkembangan siswa. Di bawah kepemimpinannya, SMAN Mojoagung juga memiliki program unggulan berbasis penguatan karakter religius, yakni program “Ngaji Bareng” dan “Ngaji Singkat”.

Program tersebut dirancang untuk membangun budaya sekolah yang positif dan religius melalui internalisasi nilai-nilai Alquran. ”Program ini bertujuan menanamkan nilai Alquran melalui keteladanan kepala sekolah, sekaligus mempererat hubungan guru dan siswa dalam suasana yang lebih santai namun tetap khidmat,” jelasnya. (wen/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #WARAS #kepala SMAN Mojoagung