Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Mu’alim SPd MPd Kepala SMAN Jogoroto, Anak Buruh Tani yang Kini Jadi Kepala Sekolah Terbaik

Wenny Rosalina • Senin, 4 Mei 2026 | 08:09 WIB
Mu’alim SPd MPd, Kepala SMAN Jogoroto
Mu’alim SPd MPd, Kepala SMAN Jogoroto

 

JOMBANG – Perjalanan hidup Mu’alim SPd MPd menjadi bukti, pendidikan mampu mengubah nasib seseorang. Mu’alim yang merupakan anak buruh tani dan lahir di Lamongan pada 25 Januari 1967, kini menjabat sebagai kepala SMAN Jogoroto sejak 2022.

Motivasi Mu’alim menjadi guru berangkat dari latar belakang kehidupan yang sederhana. Ia berasal dari keluarga buruh tani dan memiliki tekad kuat untuk mengubah nasib melalui pendidikan.

’’Saya berpikir bahwa menjadi guru bisa mengangkat derajat keluarga saya. Saat itu juga sedikit pemuda yang melanjutkan sekolah, sehingga saya ingin menjadi contoh bahwa pendidikan tidak memandang kaya atau miskin,’’ katanya.

Ia memandang profesi guru sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana untuk mengembangkan diri. Selama menjadi pendidik, pengalaman paling berkesan baginya adalah saat berhasil mengantarkan siswanya meraih nilai sempurna.

’’Pengalaman paling berkesan adalah ketika saya mampu mengantar murid mencapai nilai 100 pada Ujian Nasional,’’ ungkap warga Japan Raya, Jalan Basket Blok MM-9 RT 01 RW 12, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Bagi Mu’alim, keberhasilan siswa merupakan kebahagiaan terbesar yang menjadi energi untuk terus mengabdi di dunia pendidikan.

Mu’alim menempuh pendidikan dasar di SDN Blawi Karangbinangun Lamongan. Kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Lamongan dan SMAN 2 Lamongan.

Ketertarikannya pada bidang pendidikan, khususnya matematika, membawanya melanjutkan studi D-III di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya jurusan Pendidikan Matematika dan lulus pada 1989. Ia kemudian memperdalam keilmuan di S-1 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang dan lulus pada 1998. Serta melanjutkan S-2 Magister Pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang diselesaikan pada 2011.

Kariernya sebagai pendidik dimulai saat diangkat sebagai CPNS pada 1990 di SMAN Mojoagung. Sejak saat itu, ia terus mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan berbagai peran strategis.

Baca Juga: Guru SMAN Jogoroto Afifatur Rohmah: Pendidik Berkarakter Unggul

Pada periode 1999 hingga 2002, ia dipercaya sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum. Selanjutnya, pada 2002 hingga 2006, ia menjabat sebagai Ketua Tim Pengembang Sekolah.

Peran penting lainnya diemban saat ia menjadi penanggung jawab program RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) pada 2006 hingga 2010. Saat itu menjadi salah satu program strategis peningkatan mutu pendidikan.

Perjalanan kariernya terus berkembang. Pada 2020, ia lulus seleksi sebagai bakal calon kepala sekolah. Hingga akhirnya, pada 2022, ia resmi ditugaskan oleh Gubernur Jawa Timur sebagai Kepala SMAN Jogoroto hingga sekarang.

Atas dedikasi dan kinerjanya, Mu’alim meraih penghargaan sebagai Kepala Sekolah Terbaik di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang pada 2023.

Di bawah kepemimpinannya, SMAN Jogoroto mengembangkan berbagai program unggulan yang berfokus pada peningkatan kualitas akademik, kesehatan, dan lingkungan.

Program tersebut meliputi pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN)., Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Ia juga menginisiasi peningkatan layanan kesehatan dengan mengembangkan UKS menjadi klinik kesehatan sekolah. Serta program penghijauan melalui pemanfaatan lahan menjadi taman toga dan kolam budidaya ikan sebagai bagian dari program SIKAP pemerintah. (wen/jif)

 

Pendidikan Holistik dan Adaptif, Tekankan Karakter di Tengah Era Digital

Memaknai Hari Pendidikan Nasional, Mu’alim menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia seutuhnya.

’’Hakikat pendidikan nasional adalah membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab. Serta mampu berkembang secara holistik dan mandiri,’’ tegasnya.

Perkembangan pendidikan di Indonesia dinilai Mu’alim menunjukkan kemajuan yang signifikan dari masa ke masa. Mu’alim menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembentukan karakter.

Pendidikan di Indonesia telah mengalami perjalanan panjang. Mulai dari masa kolonial yang terbatas hanya untuk kalangan tertentu, hingga saat ini menjadi sarana utama dalam membangun nasionalisme dan memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

’’Perkembangan pendidikan terus berlanjut, terutama pada masa reformasi yang menekankan pendidikan karakter dan inklusivitas, hingga sekarang di era digital yang memungkinkan pembelajaran dilakukan dari mana saja,’’ jelasnya.

Pengalaman masa pandemi Covid-19 sebagai titik penting percepatan transformasi pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran daring.

’’Dari pengalaman pandemi, kualitas pendidikan semakin berkembang dengan peningkatan kompetensi guru dan kurikulum yang lebih relevan dengan perubahan zaman,’’ tambahnya.

Sebagai kepala sekolah, ia menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola satuan pendidikan. Tantangan tersebut antara lain degradasi karakter siswa akibat pengaruh media sosial. Motivasi guru yang belum merata dalam adaptasi teknologi. Serta minimnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menerapkan berbagai strategi. Seperti penguatan budaya positif berbasis pembiasaan karakter di sekolah, pelatihan dan supervisi klinis bagi guru secara berkala. Serta pendekatan komunikasi persuasif kepada orang tua melalui program home visit dan kelas orang tua.

’’Semua elemen harus bersinergi untuk membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berkarakter,’’ ujarnya.

Dalam meningkatkan kualitas guru dan siswa, Mu’alim menekankan pentingnya inovasi dan keterbukaan.

’’Guru perlu diberi ruang untuk berinovasi dan berbagi praktik baik. Sementara siswa harus mendapatkan pelayanan pembelajaran terbaik dengan mendengarkan aspirasi mereka,’’ jelasnya.

Ia juga menegaskan teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi pembelajaran. Namun tetap perlu pendampingan agar tidak berdampak negatif.

’’Sekolah harus memastikan siswa tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki akhlak mulia dalam menggunakan teknologi,’’ tegasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Mu’alim berharap pendidikan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. (wen/jif)

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Mu’alim #Kepala SMAN Jogoroto #SMAN Jogoroto #Jombang