JOMBANG – Dedikasi panjang di dunia pendidikan terus ditunjukkan Saidun SPd MMPd. Pria kelahiran Jombang, 25 Mei 1971 ini telah mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara sejak tahun 2001 dan hingga kini aktif sebagai pendidik sekaligus kepala SMAN 3 Jombang.
’’Menjadi guru adalah panggilan jiwa untuk memberikan dampak positif bagi masa depan siswa. Profesi ini mulia karena tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan nilai moral dan karakter,’’ katanya.
Baginya, menjadi guru adalah panggilan jiwa. Ia menilai profesi guru memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Selama menjadi pendidik, ia mengaku merasakan kebanggaan tersendiri ketika melihat siswa yang dibimbingnya tumbuh menjadi pribadi mandiri, berkarakter, berprestasi, serta mampu berkarier sesuai kompetensinya.
’’Ada rasa syukur dan kebanggaan ketika melihat siswa berkembang dan sukses. Itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seorang guru,’’ ungkapnya.
Dalam menjalankan tugas, Saidun selalu menekankan pentingnya bekerja dengan hati. Menurutnya, dunia pendidikan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang.
”Karena yang kita hadapi adalah siswa, maka tugas harus diimbangi dengan rasa cinta kasih. Menghargai tumbuh kembang anak. Serta membangun tata kelola sekolah dalam bingkai persaudaraan, saling hormat, dan menghargai sesuai tugas pokok masing-masing,’’ tegasnya.
Pria yang tinggal di Jalan Gubernur Suryo Gang V/6 Sengon, Jombang, ini meniti perjalanan pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah, kemudian melanjutkan ke MTsN Mojoagung dan PGAN Jombang. Minatnya di bidang pendidikan mengantarkannya menempuh pendidikan tinggi di S-1 FKIP Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang. Sebelum akhirnya melanjutkan studi S-2 di bidang Manajemen Pendidikan.
Baca Juga: Dua Guru PNS SD Jombang Resmi Dipecat, BKPSDM Tegaskan Keputusan Final
Kariernya sebagai pendidik dimulai sejak diangkat menjadi PNS pada 2001. Ia pertama kali mengajar di SMAN Bareng. Kemudian melanjutkan pengabdian di SMAN 1 Jombang. Pengalaman dan kompetensi yang dimiliki membawanya dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah di sejumlah lembaga pendidikan.
Ia pernah menjabat sebagai kepala SMAN Ngoro. Sebelum akhirnya mendapat amanah sebagai kepala SMAN 3 Jombang. Dalam setiap penugasan, Saidun dikenal sebagai sosok yang mengedepankan kepemimpinan berbasis kebersamaan, profesionalitas, dan penguatan karakter.
Selain menjalankan tugas sebagai pendidik dan kepala sekolah, Saidun juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kelembagaan pendidikan. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Jombang, pengurus YPLP PGRI Jombang, serta pengurus KPRI Dwijatama Kabupaten Jombang.
Ia juga dipercaya sebagai Sekretaris MKKS SMAN Kabupaten Jombang dan Ketua Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia. Meski ia menyebutnya sebagai amanah, peran tersebut menunjukkan kontribusinya yang luas dalam pengembangan dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Jombang. (wen/jif)
Pendidikan Harus Adaptif, Guru Berkembang Mengikuti Zaman
Perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat menuntut seluruh elemen pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal ini menjadi perhatian Saidun SPd MMPd dalam memandang arah pendidikan saat ini.
Menurutnya, pendidikan dari masa ke masa menunjukkan perkembangan yang signifikan dan semakin maju. Namun, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Khususnya para guru, agar mampu mengikuti perubahan yang terjadi.
’’Pendidikan semakin berkembang dan semakin maju. Oleh karena itu, kita harus mampu mengikuti perkembangan tersebut, termasuk dalam hal teknologi pendidikan,’’ jelasnya.
Ia menilai, tantangan terbesar dalam dunia pendidikan saat ini adalah tuntutan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem pembelajaran yang terus berubah. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
’’Guru diharapkan mengikuti perkembangan pendidikan melalui pelatihan, diklat, dan peningkatan mutu agar menjadi tenaga profesional,’’ tambahnya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Saidun menerapkan berbagai program unggulan di sekolah yang dipimpinnya. Ia menitikberatkan pada pengembangan prestasi akademik maupun non-akademik, khususnya di bidang seni.
Sekolah memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk berkompetisi dalam berbagai ajang. Seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N/FLS3N). Serta berbagai kompetisi olahraga.
’’Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk berkompetisi, diharapkan potensi mereka dapat berkembang secara optimal,’’ ujarnya.
Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, ia menerapkan strategi pembinaan rutin. Serta memberikan peluang bagi guru untuk mengikuti pelatihan berkelanjutan berbasis kompetensi. Hal ini mencakup penguatan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Selain itu, monitoring dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan pengembangan kompetensi guru berjalan secara efektif.
Ia juga menekankan, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh pendekatan yang digunakan dalam mendidik siswa. ’’Bekerja dengan hati menjadi kunci. Pendidikan harus dilandasi rasa cinta kasih dan penghargaan terhadap perkembangan anak,’’ tegasnya.
Baca Juga: Soal Guru PNS SD Dipecat, Dinas P dan K Jombang: Pemecatan Murni Pelanggaran Disiplin
Dengan pendekatan tersebut, ia berharap tercipta lingkungan sekolah yang harmonis, penuh rasa persaudaraan. Serta saling menghormati antar warga sekolah tanpa meninggalkan profesionalitas.
Bagi Saidun, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi proses membentuk manusia seutuhnya. Oleh karena itu, ia terus mendorong agar dunia pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto