JOMBANG – Rencana rehabilitasi enam sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Jombang tahun ini dimulai. Hingga kemarin, proyek tersebut masih pada tahap perencanaan dan asistensi.
’’Sebagian masih perencanaan, sebagian masih asistensi di PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, (25/4).
Proses pelaksanaan rehabilitasi fisik belum berjalan karena sebagian kegiatan masih dalam tahap awal. Padahal pada perencanaan yang ditampilkan pada laman sirup.inaproc.id, pemilihan penyedia harusnya sudah tuntas pada Maret. Namun hingga kini, proses masih dalam tahap perencanaan.
Baca Juga: Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang Jombang Manfaatkan BK Pemprov untuk Rehab Pendopo Desa
Saat ini progres proyek berbeda-beda di tiap lokasi. Sebagian proyek masih dalam tahap perencanaan. Sementara sebagian lainnya sedang menjalani proses asistensi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Seluruh penyedia nantinya dipilih dengan metode pengadaan langsung tanpa lelang.
Sesuai rencana, tahun ini terdapat enam paket pekerjaan yang akan dilaksanakan. Meliputi rehabilitasi ruang unit kesehatan sekolah, laboratorium, ruang guru, hingga pembangunan ruang kelas baru di sejumlah SMP Negeri di Jombang.
Ada enam paket pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan total anggaran Rp 1.122.000.000. Rinciannya, rehabilitasi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMPN 1 Jombang sebesar Rp 32 juta.
Rehabilitasi ruang laboratorium di SMPN 2 Ploso senilai Rp 150 juta. Pembangunan ruang kelas baru di SMPN 4 Jombang dan SMPN 1 Diwek, dengan nilai masing-masing Rp 198 juta.
Rehabilitasi ruang guru/kepala sekolah/TU di SMPN 2 Jogoroto dan SMPN 2 Sumobito, masing-masing dialokasikan anggaran Rp 272 juta.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proyek dapat berjalan setelah tahapan administrasi dan teknis rampung. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto