Radarjombang.id - Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua hari pertama Kamis (22/4), ada satu sekolah yang mengikuti TKA susulan. Ini akibat jaringan internet yang bermasalah.
”Hari ini ada satu sekolah yang harus mengikuti susulan, yaitu SDN Jabon 1 karena jaringan internetnya bermasalah,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma. Ia menjelaskan, jumlah siswa yang mengikuti susulan di sekolah tersebut sebanyak 17 siswa.
Meski sempat diguyur hujan disertai petir di sejumlah wilayah, tidak ada gangguan signifikan dalam pelaksanaan ujian., menyampaikan secara umum pelaksanaan TKA berlangsung aman dan terkendali. Sekolah lainnya dapat melaksanakan TKA tanpa kendala berarti.
’’Yang lain lancar,” tambahnya.
Sebelumnya, pada pelaksanaan TKA gelombang pertama yang berlangsung 20–21 April 2026, sempat terjadi gangguan jaringan di SDN Sumberteguh pada pagi hari. Namun, kondisi tersebut segera teratasi.
”Sempat internet putus pada pagi hari, tapi sudah normal kembali sekitar pukul 07.30,” jelasnya.
Meski demikian, siswa tetap dapat mengikuti ujian dengan baik. Mereka masih bisa login meski melewati pukul 07.00, serta mampu menyelesaikan dan menyimpan jawaban tepat waktu.
Pada pelaksanaan TKA gelombang pertama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Wor Windari, bersama tim dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur turut memantau pelaksanaan TKA melakukan monitoring pelaksanaan di sejumlah sekolah pada hari pertama, Senin (20/4) pagi.
Baca Juga: 20 MI di Jombang Menumpang TKA, Ini Temuan Kadis P dan K Saat Sidak
Sejumlah sekolah yang menjadi lokasi monitoring di antaranya SDN Jombatan 3, SD Katolik Wijana, SDN Kepanjen 2, SDN Cukir 1, dan SD Islam Sabilillah. Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan BBPMP Jawa Timur, Nuriati dan Yusuf Mualo, yang melakukan pemantauan langsung serta berdialog dengan siswa dan panitia di lokasi.
Wor Windari menyampaikan, secara umum pelaksanaan TKA jenjang SD di Kabupaten Jombang berjalan tertib dan lancar. ”Kami memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai prosedur dan memberikan kenyamanan bagi peserta didik. Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan satuan pendidikan, baik dari sisi teknis maupun pelaksanaan di ruang ujian,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BBPMP Jawa Timur, Nuriati, mengungkapkan pihaknya melakukan wawancara langsung kepada siswa usai pelaksanaan TKA. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesulitan soal, kenyamanan, serta kesiapan peserta. ”Secara umum siswa merasa cukup nyaman dan dapat mengikuti tes dengan baik,” tandasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto