Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

DPRD Jombang Beri Warning Keras ke Dinas P dan K soal Kualitas dan Ukuran Seragam Gratis

Azmy endiyana Zuhri • Minggu, 19 April 2026 | 07:21 WIB
Ilustrasi proyek seragam gratis 2025 di Kabupaten Jombang
Ilustrasi proyek seragam gratis 2025 di Kabupaten Jombang

RadarJombang.id – Proyek pengadaan seragam gratis 2026 di Kabupaten Jombang kembali disorot tajam. 

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati, menyampaikan peringatan keras kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) agar tidak lagi mengulang kesalahan lama yang sempat menuai keluhan.

’’Sekarang masih pengadaan kain. Tapi karena ada tambahan seragam pramuka, jangan sampai perencanaannya asal-asalan. Semua harus dihitung matang,’’ katanya saat dengar pendapat dengan dinas P&K, (10/4).

Erna mengingatkan, tambahan seragam pramuka tahun ini membuat perencanaan harus jauh lebih detail dan presisi.

Baca Juga: Diperketat, Pengadaan Kain Seragam Gratis Siswa Baru di Jombang Gunakan Uji Lab Terakreditasi KAN

Dia secara tegas menyinggung persoalan klasik yang pernah terjadi. Mulai dari ukuran seragam yang tidak sesuai hingga kualitas bahan yang dinilai tidak layak.

Kejadian tersebut tidak boleh kembali mencederai program yang sejatinya membantu masyarakat.

’’Jangan sampai kebesaran di anggaran, tapi kekecilan di badan siswa. Itu kan fatal dan memalukan,’’ tegasnya.

Baca Juga: Pengadaan Seragam Sekolah di Jombang Capai Rp 8,8 Miliar, Penyedia Wajib Lolos Uji Lab

Program yang menyasar siswa SD/MI hingga SMP/MTs, baik negeri maupun swasta ini menelan anggaran miliaran rupiah. Karena itu, DPRD Jombang memastikan tidak akan tinggal diam.

Pengawasan ketat bakal dilakukan di setiap tahapan, mulai dari pengadaan hingga distribusi. DPRD ingin memastikan program ini benar-benar memberi manfaat, bukan justru menimbulkan persoalan baru.

’’Kami akan kawal total. Ini anggaran besar, jadi hasilnya juga harus maksimal. Jangan sampai ada lagi keluhan dari masyarakat,’’ tegasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mulai memproses pengadaan kain seragam.  Seluruh penyedia diwajibkan memenuhi standar ketat, termasuk melampirkan hasil uji laboratorium kain.

’’Penyedia harus melampirkan hasil uji laboratorium kain tahun 2025 dari lembaga atau badan uji yang terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) sesuai dengan spesifikasi,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma.

Setelah proses penentuan penyedia kain selesai, pihaknya akan memberikan waktu selama 120 hari untuk pemenuhan pengadaan kain sebelum masuk tahap penjahitan.

Baca Juga: Proyek Seragam Gratis 2026 di Jombang Ditambah Seragam Pramuka, Penyedia Kainnya Lagi Dipilih

Untuk jenjang SD/MI, total pengadaan mencapai 20.000 potong kain seragam. Meliputi seragam nasional merah putih untuk SD, hijau putih untuk MI. Serta seragam pramuka untuk keduanya.

Spesifikasi kain yang digunakan, lebar 1,47 meter untuk atasan dan bawahan, dengan komposisi 100 persen poliester.

Sementara untuk jenjang SMP/MTs, pengadaan mencapai 26.000 potong kain. Meliputi seragam nasional biru putih serta seragam pramuka.

Baca Juga: Hore! Siswa Baru di Kabupaten Jombang Bakal Dapat Lagi Seragam Gratis dari Pemkab, Ini Penjelasan Disdikbud

Spesifikasi kain pada jenjang ini sama, lebar 1,47 meter dengan komposisi 100 persen poliester.

Setelah siswa baru masuk, mereka akan langsung diukur kemudian masuk proses menjahit. Sehingga ukuran benar-benar pas dengan badan siswa.

Pengadaan kain ditarget rampung Juli 2026 dan proses penjahitan selesai September 2026.

Di laman Sirup.inaproc.id, anggaran seragam gratis tercatat Rp 5,37 miliar untuk kain SMP/MTs. Rp 3,51 miliar untuk kain SD/MI. Rp 5,98 miliar untuk jasa jahit SMP/MTs. Serta Rp 3,92 miliar untuk jasa jahit SD/MI. (yan/jif)

Editor : Achmad RW
#proyek seragam gratis #DPRD #disorot #Jombang