Radarjombang.id - Kabar duka datang dari dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Jombang. Kepala MTsN 17 Jombang, Sutaji, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (15/4) sore. Informasi tersebut dengan cepat menyebar di kalangan rekan sejawat melalui berbagai ucapan belasungkawa.
Kabar wafatnya kepala madrasah tersebut dibenarkan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, Nur Khojin. ’’Kepala MTsN 17 Jombang, Sutaji, meninggal dunia setelah cukup lama menderita sakit. Semoga husnul khatimah,’’ katanya.
Dengan wafatnya kepala MTsN 17 Jombang, jumlah kepala madrasah yang kosong di lingkungan Kemenag Jombang pun bertambah. Saat ini, terdapat tiga madrasah yang kepalanya kosong.
Selain MTsN 17 Jombang, posisi kepala madrasah yang masih kosong juga terdapat di MTsN 18 Jombang. Pelaksana tugas (Plt) kepala dijabat Muhammad Yusuf Junaidi, yang merupakan kepala MTsN 14 Jombang.
Serta MAN 10 Jombang yang pelaksana tugas kepalanya Farida Priyatna, kepala MAN 8 Jombang.
Sampai kemarin, Plt Kepala MTsN 17 Jombang belum ditunjuk. ’’Belum ada Plt. Hari ini (kemarin) baru kami rapatkan,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir.
Dia belum dapat memastikan, kapan pengisian dilakukan. Muhajir juga menyatakan, enam nama telah diusulkan untuk mengisi MAN 10 Jombang dan MTsN 18 Jombang.
’’Kepala MTsN 18 Jombang kosong karena purna, yang MAN 10 Jombang karena meninggal dunia. Tiap titik kami usulkan tiga nama,’’ terangnya.
Sedangkan untuk MTsN 17 Jombang belum ada nama yang diusulkan. ’’Karena Pak Sutaji masih baru, jadi belum kami usulkan. Masih baru kami rapatkan,’’ urainya.
Muhajir tidak bisa memastikan kapan SK pengangkatan kepala akan turun. ’’Nanti yang menetapkan Kanwil Kemenag Jatim. Kapan penetapannya, kami belum tahu,’’ tegasnya. (wen/jif)
Kabar duka datang dari dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Jombang. Kepala MTsN 17 Jombang, Sutaji, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (15/4) sore. Informasi tersebut dengan cepat menyebar di kalangan rekan sejawat melalui berbagai ucapan belasungkawa.
Kabar wafatnya kepala madrasah tersebut dibenarkan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, Nur Khojin. ’’Kepala MTsN 17 Jombang, Sutaji, meninggal dunia setelah cukup lama menderita sakit. Semoga husnul khatimah,’’ katanya.
Dengan wafatnya kepala MTsN 17 Jombang, jumlah kepala madrasah yang kosong di lingkungan Kemenag Jombang pun bertambah. Saat ini, terdapat tiga madrasah yang kepalanya kosong.
Selain MTsN 17 Jombang, posisi kepala madrasah yang masih kosong juga terdapat di MTsN 18 Jombang. Pelaksana tugas (Plt) kepala dijabat Muhammad Yusuf Junaidi, yang merupakan kepala MTsN 14 Jombang.
Serta MAN 10 Jombang yang pelaksana tugas kepalanya Farida Priyatna, kepala MAN 8 Jombang.
Sampai kemarin, Plt Kepala MTsN 17 Jombang belum ditunjuk. ’’Belum ada Plt. Hari ini (kemarin) baru kami rapatkan,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir.
Dia belum dapat memastikan, kapan pengisian dilakukan. Muhajir juga menyatakan, enam nama telah diusulkan untuk mengisi MAN 10 Jombang dan MTsN 18 Jombang.
’’Kepala MTsN 18 Jombang kosong karena purna, yang MAN 10 Jombang karena meninggal dunia. Tiap titik kami usulkan tiga nama,’’ terangnya.
Sedangkan untuk MTsN 17 Jombang belum ada nama yang diusulkan. ’’Karena Pak Sutaji masih baru, jadi belum kami usulkan. Masih baru kami rapatkan,’’ urainya.
Muhajir tidak bisa memastikan kapan SK pengangkatan kepala akan turun. ’’Nanti yang menetapkan Kanwil Kemenag Jatim. Kapan penetapannya, kami belum tahu,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto