Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Profil Waliyul Hakim, Calon Ketua DPC PKB Jombang, Punya Strategi Politik Kehadiran dan Berdampak

Anggi Fridianto • Senin, 13 April 2026 | 08:07 WIB
TELADAN: Mochammad Waliyul Hakim saat bersama KH Ma’ruf Amin.
TELADAN: Mochammad Waliyul Hakim saat bersama KH Ma’ruf Amin.

 

 

 

Radarjombang.id  - Bursa pemilihan ketua DPC PKB Jombang periode 2026–2031 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) semakin menarik diikuti. Dari enam nama calon yang muncul, sosok kader muda Mochammad Waliyul Hakim mencuri perhatian. Ia datang dengan gagasan segar bertajuk Politik Kehadiran dan Berdampak.

Hakim mengaku tak menyangka namanya masuk dalam penjaringan. Selama ini, ia lebih dikenal aktif di badan otonom (Banom) partai. ”Saya kaget ketika nama saya diumumkan masuk penjaringan. Ini sebuah penghargaan bagi saya pribadi, dan merasa bangga,” ujar pria yang menjabat Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim.

Bagi Hakim, momentum ini menjadi bukti kader muda memiliki ruang untuk tampil dan berkontribusi lebih luas di struktur partai. Meski membawa semangat pembaruan, ia menegaskan tetap sejalan dengan kebijakan pusat. ”Yang jelas tegak lurus, manut pusat,” tegasnya.

Menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2029, Hakim tak ragu memasang target tinggi. Ia ingin PKB tetap menjadi pemenang di Jombang, bahkan dengan peningkatan signifikan. ”Target Pileg yang jelas, kita tetap pemenang. Dalam artian, suaranya bertambah dan jumlah kursi juga bertambah,” tandasnya.

Untuk mewujudkan target itu, ia menawarkan konsep Politik Kehadiran dan Berdampak. Menurutnya, kader partai harus benar-benar hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. ”PKB itu kader-kadernya harus berdampak dan hadir di masyarakat. Dua kata ini tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Gagasan tersebut lahir dari diskusi internal, termasuk dalam tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Hakim menilai, pendekatan politik harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Tak hanya strategi elektoral, ia juga menggagas pembaruan dalam kaderisasi. Salah satunya dengan mengubah kantor DPC menjadi ”Pusat Kreatif Baru”. Ruang terbuka yang tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga menjadi pusat pelatihan dan pengembangan masyarakat “Kantor DPC akan kita jadikan tempat kreatif bagi semua kalangan. Kita fasilitasi pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Konsep ini diharapkan mampu menarik generasi muda, terutama di bidang teknologi, seni, dan inovasi. Selain itu, ia juga menginisiasi program Pemuda dan Komunitas Bersatu untuk merangkul berbagai komunitas. ”Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti komunitas lari, sepeda, pegiat seni dan lain-lain. Ke depan politik juga bergerak di ruang digital seperti e-sport,” ungkapnya.

Dengan pendekatan kreatif dan berbasis komunitas, Hakim optimistis PKB Jombang bisa semakin dekat dengan masyarakat. ”Intinya, bagaimana PKB benar-benar hadir dan memberi dampak,” pungkasnya. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#ketua dpc pkb jombang #Mochammad Waliyul Hakim #Jombag