Jumat (27/3) seluruh santri Pondok Pesantren Al-Madienah Denanyar diwajibkan kembali ke pondok setelah masa libur berakhir. KH Muhammad Najib Muhammad selaku pengasuh berpesan agar fokus ke pondok, belajar dan mengaji.
’’Nek wes tok pondok ojo iling-iling omah. Soale nek sampean nok omah gak iling-iling pondok toh?’’ tuturnya.
Ini mengandung pesan agar santri bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan tidak terlalu memikirkan rumah ketika berada di pondok.
Momentum kembalinya santri ke pondok juga menjadi awal dimulainya kembali berbagai kegiatan rutin. Seperti pengajian kitab, pembelajaran formal, serta kegiatan lainnya. Dengan demikian, seluruh santri diharapkan dapat kembali menyesuaikan diri dengan ritme kehidupan pesantren yang disiplin.
Suasana pondok kembali ramai setelah masa liburan. Hal ini menandakan dimulainya kembali kehidupan pesantren yang penuh aktivitas dan semangat kebersamaan.
Para santri harus menata niat di pondok untuk belajar agar mendapat ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Sebagaimana disebutkan di QS Attaubah 122. Sebaiknya beberapa orang di antara kalian pergi untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani berpesan; Melekatnya Ilmu diperoleh dengan cara belajar yang tekun, sering membaca, dan mengulang pelajaran. Barokahnya ilmu diraih dengan cara khidmah, mengabdi/melayani. Manfaatnya ilmu diperoleh dengan rida dari guru.
Oleh Ahmad Riziq Shobah, Santri Pondok Pesantren Al-Madienah Denanyar, Jombang
Editor : Anggi Fridianto