Radarjombang.id - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP gelombang kedua hari pertama lancar, kemarin. Tak ada sekolah yang melaporkan gangguan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang maupun Kantor Kemenag Jombang.
’’Hari ini lancar, tidak ada kendala,’’ kata Kepala bidang pembinaan SMP, Eko Sisprihantono.
Server yang sempat dikeluhkan di hari pertama dan kedua kali ini tidak ada kendala. Hanya SMPN 1 Peterongan yang melapor, pengawas yang harusnya bertugas sakit. Hal itu diatasi dengan pengawas cadangan yang menggantikan.
Sementara di SMPN 1 Diwek, menjelang waktu akhir, listrik tiba-tiba mati. SMPN 1 Diwek menggunakan moda semi online. Setelah dicek, jawaban semua siswa telah tersimpan.
’’Listrik down di sesi pertama menjelang akhir, karena ada yang entah tiba-tiba menyalakan lampu atau bagaimana. Tapi tidak sampai menyalakan genset, listrik sudah menyala,’’ jelasnya.
Eko menyarankan agar sekolah tambah daya agar pada pelaksanaan TKA selanjutnya tidak ada kendala serupa yang terjadi ketika seluruh perangkat menyala.
’’Hujan tadi pagi juga langsung diantisipasi, panitia berangkat lebih pagi memastikan seluruh perangkat siap,’’ jelasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin, mengatakan, hingga sesi ketiga berakhir, pihaknya tidak menerima laporan dari MTs terkait kendala yang terjadi di lapangan. ’’Hari ini nihil laporan, semuanya lancar,’’ jelasnya.
Meski begitu, di lapangan, banyak siswa yang mengeluhkan terkait singkatnya waktu yang diberikan untuk mengerjakan seluruh soal. Kepala SMPN 1 Jombang, Rudy Priyo Utomo, mengungkapkan pada hari pertama pelaksanaan, beberapa siswa mengaku kesulitan menyelesaikan soal tepat waktu, terutama pada materi numerasi.
’’Keluhan utama dari siswa adalah soal yang panjang-panjang, sementara waktunya terbatas. Ada beberapa yang merasa kekurangan waktu, bahkan masih menyisakan beberapa soal saat waktu habis,’’ ungkapnya.
Soal TKA memang dirancang berbasis kontekstual, sehingga berbentuk cerita yang menuntut kemampuan literasi dan penalaran tinggi sebelum dijawab.
’’Soalnya bukan sekadar hitungan, tapi cerita dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipahami dulu, baru diolah. Ini yang membuat siswa butuh waktu lebih lama,’’ jelasnya.
Baca Juga: TKA SMP Jombang Sempat Terganggu Listrik Padam, Ini yang Terjadi
Dalam pelaksanaan ujian, siswa hanya memiliki waktu efektif sekitar 95 menit untuk mengerjakan soal sekaligus mengisi survei. Setelah sebelumnya diberikan 10 menit untuk latihan.
’’Kalau dibandingkan dengan ujian nasional dulu, waktunya bisa sampai 120 menit khusus mengerjakan soal. Sekarang 95 menit sudah termasuk survei. Sementara bentuk soal lebih kompleks dan mayoritas soal cerita,” tambahnya.
Meski tidak semua siswa mengalami kendala, Yoyok sapaan akrabnya, mengakui ada beberapa yang akhirnya tidak sempat menyelesaikan seluruh soal.
’’Ada yang tersisa lima sampai sepuluh soal karena waktu habis. Tapi jumlahnya tidak banyak,’’ katanya.
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah langsung melakukan evaluasi dengan menginstruksikan pengawas ruang untuk mengingatkan siswa menjelang akhir waktu ujian.
’’Kami minta pengawas mengingatkan 20 menit sebelum waktu habis, supaya siswa bisa mengatur strategi pengerjaan,’’ ujarnya.
Yoyok terus memotivasi siswa agar tidak menganggap remeh TKA, karena hasilnya bisa dimanfaatkan untuk jalur prestasi ke jenjang berikutnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto