JOMBANG – Pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dijadwalkan berlangsung hari ini.
Usai pengumuman, pendataan bakal segera dilakukan untuk mengetahui berapa banyak siswa yang diterima melalui jalur prestasi tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, menyampaikan pihaknya telah melakukan pembinaan langsung ke sejumlah sekolah menjelang pengumuman.
Pihaknya juga mengimbau para siswa untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual.
”Hari ini kami mendapat tugas dari Kepala Dinas untuk hadir di beberapa sekolah.
Saya sendiri tadi di SMA Negeri 2 Jombang.
Kami menyampaikan kepada siswa agar memperbanyak doa dan sedekah, karena itu bisa membuka pintu rezeki, termasuk dalam hasil pengumuman SNBP tanggal 31 Maret,” ujarnya.
Ia menegaskan, kelulusan dalam SNBP tidak semata ditentukan oleh nilai akademik.
Menurutnya, persaingan terjadi secara nasional dan sangat bergantung pada tingkat keketatan program studi yang dipilih.
Baca Juga: E-Rapor Sudah Ada, MA di Jombang Masih Kekeh Input Manual PDSS untuk SNBP 2026
”Tidak selalu yang nilainya bagus pasti lolos. Semua tergantung grade atau tingkat persaingan prodi.
Jadi persaingan bukan hanya dengan teman satu sekolah, tetapi dengan siswa dari berbagai daerah,” jelasnya.
Meski demikian, Eko optimistis para siswa telah mendapatkan pembinaan maksimal dari guru bimbingan konseling maupun pihak sekolah.
Ia pun memberikan pesan kepada siswa agar tetap semangat, baik yang lolos maupun yang belum berhasil.
”Bagi yang diterima tentu kami ucapkan selamat. Yang belum, tetap semangat karena perjuangan masih panjang melalui jalur lain seperti SNBT,” tambahnya.
Sementara itu, pihak cabang dinas juga telah menyiapkan pendataan siswa yang diterima melalui SNBP, termasuk yang lolos melalui jalur Golden Ticket.
Data tersebut ditargetkan mulai terkumpul maksimal 31 Maret malam.
”Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk segera melakukan pendataan. Mudah-mudahan hari ini sudah mulai masuk, dan besok bisa lebih optimal,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto