JOMBANG – Kajian Ramadan Pusat Studi Quran (PSQ) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Kamis (12/3), menghadirkan pemateri Dekan Fakultas Agama Islam, Dr Muhammad Syafi'I MPdI.
Dia menyampaikan tema: Peran guru sebagai murabbi: Dari transfer ilmu ke transformasi akhlak. ’’Perkembangan teknologi membuat akses informasi sangat cepat. Tapi akhlak tidak serta-merta tumbuh bersamaan dengan kemajuan itu,’’ tuturnya.
Perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi membuat setiap orang dapat memperoleh pengetahuan dengan cepat tanpa harus menunggu lama.
Namun, kemudahan tersebut tidak otomatis diikuti pertumbuhan akhlak. Berbagai fenomena degradasi moral masih kerap muncul di tengah masyarakat.
Karena itu, dia menilai peran guru tidak bisa dibatasi hanya menyampaikan materi pelajaran. Guru juga memikul tanggung jawab membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Dalam khazanah pendidikan Islam terdapat sejumlah konsep seperti ta’lim, ta’dib, dan tarbiyah.
Konsep tersebut menunjukkan peran guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membina akhlak. ’’Guru dalam konteks pendidikan Islam tidak sebatas mentransfer ilmu, tapi juga mentransformasikan akhlak kepada peserta didik,’’ tegasnya.
Syafi’i menjelaskan, proses belajar sejatinya bukan hanya menerima informasi. Dalam proses itu terjadi aktivitas mental yang memunculkan perubahan pengetahuan, keterampilan, serta sikap. Karena itu, peserta didik tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga teladan yang dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari.
’’Anak didik butuh contoh nyata. Dari situ mereka bisa menyerap nilai dan memfilter mana yang baik untuk ditiru,’’ jelasnya.
Dia menambahkan, pendidikan ideal harus menyeimbangkan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak. Kedua aspek tersebut semestinya berjalan beriringan.
Syafi’i menilai, model pendidikan di Unipdu telah berupaya mengintegrasikan dua aspek tersebut. Sehingga pembelajaran tidak hanya menekankan akademik.
’’Di Unipdu, aspek akhlak dan pengetahuan berjalan bersamaan. Pendidikan Islam tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi mencetak insan yang berakhlak,’’ tuturnya.
Lebih jauh, dia menekankan guru masa kini juga harus memiliki sejumlah kompetensi penting. Di antaranya kompetensi profesional, sosial, serta kepribadian yang baik. Selain menjadi pengajar, guru juga berperan sebagai motivator yang mampu merancang kegiatan pembelajaran secara efektif.
’’Calon guru perlu melatih diri agar menjadi teladan. Bukan hanya mengajar, tetapi juga mendesain pembelajaran yang mampu membentuk karakter peserta didik,’’ urainya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto