Oleh: drg Fami Widya Pangestika Sp KGA, Dokter Spesialis Gigi Anak RS Muhammadiyah Jombang
BANYAK orang tua menganggap gigi susu tidak terlalu penting karena pada akhirnya akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen. Padahal, gigi susu memiliki peran yang sangat vital dalam masa tumbuh kembang anak.
Gigi susu membantu anak mengunyah makanan dengan baik sehingga kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Gigi juga berperan dalam pembentukan artikulasi saat anak belajar berbicara. Dan yang sering tidak disadari, senyum yang sehat turut membangun rasa percaya diri anak saat berinteraksi dengan teman-temannya.
Gigi susu juga berfungsi sebagai penjaga ruang bagi gigi permanen agar saat waktunya berganti, gigi tetap dapat tumbuh pada posisi yang semestinya.
Ketika gigi anak berlubang dan tidak segera dirawat, dampaknya bisa meluas. Anak mungkin mulai memilih makanan yang lunak karena nyeri saat mengunyah, nafsu makan menurun serta aktivitas terganggu. Beberapa anak bahkan menjadi enggan tersenyum atau berbicara karena merasa tidak nyaman.
Dalam kasus yang lebih berat, gigi susu yang tanggal terlalu dini akibat kerusakan parah dapat menyebabkan ruang untuk gigi permanen menyempit. Gigi di sebelahnya bergeser menutup ruang tersebut, sehingga saat gigi permanen tumbuh, ia kehilangan tempat dan akhirnya berdesakan.
Infeksi yang tidak ditangani juga berpotensi memengaruhi benih gigi permanen yang sedang berkembang di dalam gusi. Kesehatan gigi anak tidak berdiri sendiri. Ia sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari di rumah.
Menyikat gigi dua kali sehari, terutama sebelum tidur, membatasi konsumsi makanan manis, serta rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali adalah langkah sederhana namun berdampak besar.
Jangan menunggu anak mengeluh sakit. Kunjungan ke dokter gigi bukan hanya untuk mengobati, tetapi untuk mencegah. Karena senyum sehat bukan terjadi secara kebetulan, ia dibentuk oleh kebiasaan baik yang dimulai sejak dini.
Editor : Anggi Fridianto