Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kajian Ramadan di Unipdu Jombang, Gus Ufik: Mindful Living dalam Islam

Anggi Fridianto • Senin, 23 Februari 2026 | 08:42 WIB

 

  TAUSIAH: Rektor Unipdu, Dr dr KH M Zulfikar Asad MMR, saat mengisi kajian Ramadan, kemarin (22/2).   
TAUSIAH: Rektor Unipdu, Dr dr KH M Zulfikar Asad MMR, saat mengisi kajian Ramadan, kemarin (22/2).  

Radarjombang.id – Kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Minggu (22/2), mengangkat tema Mindful Living dalam Islam. Mengelola Stres, Burn Out dan Keseimbangan Hidup.

Menghadirkan Rektor Unipdu, Dr dr KH M Zulfikar Asad MMR, sebagai pemateri.

Dalam paparannya, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum yang akrab disapa Gus Ufik itu menjelaskan, mindful living merupakan cara menjalani hidup dengan penuh kesadaran.

Konsep ini sangat relevan dengan ajaran Islam, terutama dalam menghadapi tekanan hidup sehari-hari.

’’Mindful living itu menjalani hidup dengan penuh kesadaran. Apa yang kita hadapi setiap hari harus disadari sebagai bagian dari ketetapan Allah Ta’ala,’’ tuturnya.

Ia mengingatkan, manusia merupakan makhluk paling mulia di antara ciptaan Allah Ta’ala. Setiap orang tidak bisa memilih dilahirkan dari orang tua siapa atau dalam kondisi seperti apa. Semua merupakan kehendak Allah Ta’ala melalui perantara orang tua.

’’Kita tidak bisa request ingin lahir sebagai siapa. Allah Ta’ala menghadirkan kita sebagai manusia melalui orang tua kita. Itu sudah patut kita syukuri,’’ ungkapnya.

Menurutnya, rasa syukur terbesar adalah saat seseorang dipilih Allah Ta’ala menerima hidayah berupa iman dan Islam. Dari lebih 8,3 miliar penduduk bumi, hanya kurang lebih 20 persen yang mendapat nikmat tersebut.

Ia kemudian mengutip Quran Surat Al Anfal ayat 2 tentang ciri orang beriman. Mukmin adalah mereka yang ketika disebut nama Allah bergetar hatinya, dan ketika dibacakan ayat-ayat Allah bertambah keimanannya serta hanya bertawakal kepada-Nya.

’’Kalau mendengar azan kita tidak merasa apa-apa, itu harus jadi bahan introspeksi. Orang beriman hatinya bergetar saat diingatkan kepada Allah,’’ tegasnya.

Kesadaran spiritual harus dibarengi kesadaran sosial. Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi horizontal dengan sesama.

Baca Juga: Gus Zuem: PU dan IMB Pesantren

’’Kalau ada orang yang menarik diri dan tidak mau berkomunikasi, itu patut dicurigai ada persoalan. Kita harus membiasakan menyapa, memberi salam, hadir dalam kehidupan sosial,’’ jelasnya.

Mindful living dalam Islam dapat diterapkan melalui tiga hal utama. Pertama, menyadari hidup selalu dalam pengawasan Allah. Kedua, membiasakan beribadah seolah-olah Allah melihat setiap perbuatan hamba-Nya. Ketiga, menyeimbangkan ikhtiar dan tawakal.

’’Kalau kita hidup dengan kesadaran penuh, insya Allah stres dan burn out bisa dikelola. Kita hadir utuh dalam setiap momen, menghargai sekitar, dan menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan,’’ tegasnya. (ang/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#kajian Ramadan #mindful living #islam #Jombang #Unipdu Jombang