JOMBANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMAN 1 Jombang. Mereka meraih penghargaan IGA (Innovative Government Award) tingkat Jawa Timur atas dua inovasi yang diterapkan di sekolah.
Sekaligus menerima dua Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas inovasi yang dikembangkan warga sekolah. Capaian tersebut tidak lepas dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan suportif bagi seluruh warga sekolah.
’’Saya selaku pimpinan selalu berusaha memfasilitasi dan menyiapkan lingkungan kerja yang nyaman dan aman, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bapak-ibu guru. Ketika mereka merasa kerasan, maka akan muncul ide-ide inovatif yang berdampak pada pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak,’’ kata Kepala SMAN 1 Jombang, Dyah Ayu Endrianingsih SPd MM.
Sekolah memberikan ruang dan waktu seluas-luasnya bagi guru untuk terus berkarya dan berinovasi. Bahkan, bentuk apresiasi tidak hanya berupa dukungan moral, tetapi juga dukungan materi sebagai penghargaan atas keberanian dan kreativitas para inovator.
Tahun ini, SMAN 1 Jombang menjadi satu-satunya SMA di Kabupaten Jombang yang kembali meraih IGA tingkat Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima di Surabaya 12 Februari lalu. ’’Alhamdulillah, kami tahun lalu dapat IGA, tahun ini dapat lagi, dan satu-satunya di Kabupaten Jombang,’’ ucapnya.
Dua inovasi yang mengantarkan sekolah meraih IGA yakni Pusaka (Pusat Sastra Kita) dan Bata Merdeka.
Pusaka digagas Guru Bahasa Indonesia, Hesty Ayuningtyas Ika Pratiwi. Program ini membiasakan siswa berliterasi melalui karya sastra seperti puisi yang tidak hanya dipajang di mading. Tetapi juga dituangkan dalam media kreatif seperti kaos, tas, hingga dibukukan.
’’Ini menjadi wadah ekspresi sastra cepat saji namun tetap berbobot bagi generasi Z. Anak-anak sangat antusias karena ada penghargaan dan apresiasi dari sekolah,’’ jelasnya.
Program literasi tersebut diperkuat melalui berbagai agenda rutin seperti Senin Cerdas. Selintas (Senin Literasi dan Numerasi untuk Kita Semua). Serta literasi tematik setiap Jumat yang dikemas dengan metode permainan edukatif.
Sementara inovasi kedua, Bata Merdeka, diinisiasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Kaseri. Program ini mengolah limbah plastik menjadi bata ramah lingkungan berwarna merah putih yang memiliki nilai ekonomis dan estetika.
’’Inovasi ini menjadi terobosan ekologis, mengubah ancaman limbah plastik menjadi material bangunan yang bermanfaat sekaligus memiliki sentuhan patriotisme,’’ terangnya.
SMAN 1 Jombang juga menerima dua HAKI yang diberikan dalam momen yang sama. Inovasi pertama bertajuk Pinto (Pestisida Nabati Organik) yang digagas Zaghlul Rijal Phasa dan Yustiningsih. Keduanya guru sekaligus pembina ekstrakurikuler Sahabat Lingkungan. Produk ini menjadi solusi pertanian berkelanjutan berbahan alami untuk mengusir hama tanpa merusak ekosistem.
HAKI kedua, Balas Cinta (Bacaan Berkualitas Cerita Inovatif untuk Kita) yang diinisiasi Yustiningsih, Guru Bahasa Indonesia. Program ini merupakan penguatan karakter melalui kurasi bacaan yang membangun empati dan daya kritis siswa.
Sejak dirinya menjabat pada 2023, mutu pendidikan sekolah terus menunjukkan peningkatan. Hal itu tercermin dari capaian rapor pendidikan hingga jumlah siswa yang diterima melalui jalur prestasi (SNBP) ke perguruan tinggi negeri yang menjadi terbanyak di Jombang pada 2025.
’’Indikatornya jelas. Setiap kekurangan dalam rapor pendidikan, kita programkan solusinya. Alhamdulillah hasilnya terlihat,’’ terangnya.
Sebagai bentuk eksistensi, Dyah menegaskan bahwa penghargaan IGA yang selama ini identik dengan SMK atau pendidikan vokasi, kini mampu diraih oleh SMA.
’’Kita ingin mematahkan anggapan bahwa IGA hanya untuk SMK. SMA pun bisa berinovasi dan berkontribusi,’’ tegasnya.
Untuk tahun depan, berbagai program inovatif telah disiapkan. Di antaranya, Jumat smart, Senin Cerdas, Selintas, Sehati, Ngacir, Cikgu, Sel Ares, Sukasaku, Pelakor dan MBGku. Hingga OTOI (One Teacher One Innovation) yang mendorong setiap guru memiliki minimal satu inovasi.
SMAN 1 Jombang juga aktif menggelar kegiatan tahunan seperti Fun Run 5K yang diikuti sekitar 1.000 peserta dari kalangan pelajar dan umum. Kegiatan ini mendapat dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.
’’Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan lain. Siapa tahu suatu saat mereka ingin menjadi event organizer atau profesi lainnya, mereka sudah punya pengalaman,’’ ungkapnya.
Dengan 20 kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia, sekolah berkomitmen memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa.
’’Saya berharap SMAN 1 Jombang sebagai wadah dan wahana untuk menempa anak didik kami menjadi generasi yang unggul dan tangguh, punya karakter kuat dan punya rasa percaya diri yang siap untk berkompetisi ketika terjun di masyarakat,’’ paparnya.
Dyah piawai memotivasi. ’’Saya selalu menyampaikan kepada anak-anak, kesuksesan itu bisa diraih dari berbagai arah. Tugas kami adalah memfasilitasi potensi dan passion mereka agar berkembang maksimal,’’ tegasnya.
Baca Juga: Selamat! SMAN Ploso dan SMAN 1 Jombang Juarai Kejuaraan Voli MKKS SMAN Cup 2025, Ini Kunci Suksesnya
Apresiasi dan Dukung Inovasi Sekolah
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr Eko Redjo Sunariyanto, memberikan apresiasi terhadap capaian SMAN 1 Jombang, yang menorehkan prestasi membanggakan. Yaitu penghargaan dalam ajang Innovation Government Award (IGA). Serta menerima Sertifikat Hak Cipta Inovasi di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
’’Itu capaian yang sangat patut diapresiasi. Sekarang ini memang masanya setiap lembaga harus berinovasi. Perkembangan zaman menuntut semua lini untuk bisa memberikan hal baru yang orientasinya pada layanan kepada masyarakat,’’ urainya.
Dalam konteks sekolah, inovasi bermuara pada peningkatan layanan kepada siswa. Kemudahan bagi guru dalam proses pembelajaran. Serta optimalisasi mutu pendidikan secara menyeluruh.
’’Kalau di sekolah berarti layanan kepada siswa. Juga kemudahan guru dalam proses pendidikan, yang ujung-ujungnya optimalisasi layanan kepada masyarakat sehingga pendidikan di Jombang semakin baik,’’ jelasnya.
Capaian SMAN 1 Jombang diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
’’SMAN 1 Jombang bisa menjadi inspirator bagi lembaga-lembaga lain. Tidak hanya SMA, tapi juga SMK, SLB, bahkan semua lembaga pendidikan di Jombang. Inovasi itu orientasinya tetap pada pelayanan kepada masyarakat,’’ tegasnya.
Dengan diraihnya Innovation Government Award dan Sertifikat Hak Cipta Inovasi tersebut, SMAN 1 Jombang dinilai berhasil menunjukkan komitmen dalam menghadirkan pembaruan yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan. ’’Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Kabupaten Jombang,’’ tandasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto