Radarjombang.id – Satu ruang kelas di SDN Sepanyul Kecamatan Gudo mengalami kerusakan dan terpaksa harus dikosongkan dari kegiatan belajar mengajar.
Itu setelah ruang kelas dihuni kelelawar. Pengosongan itu dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu.
”Sejak saya di sini sudah dikosongkan itu ruangannya. Yang pasti dikosongkan sejak sebelum 2023. Banyak kelelawarnya, mungkin ada ribuan yang bersarang di atas plafon,” kata Heny Pujiono, kepala SDN Sepanyul Kecamatan Gudo.
Saat ini SDN Sepanyul memiliki tujuh ruang kelas. Namun satu ruang difungsikan sebagai ruang guru, sementara satu ruang lainnya rusak akibat dipenuhi kelelawar.
Akibatnya, satu rombongan belajar harus dipindahkan ke ruang kepala sekolah yang ukurannya terbatas. Adapun ruang kepala sekolah kini bergabung dengan ruang guru.
Berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi persoalan tersebut. Mulai dari pembersihan rutin, pemberian obat, hingga pemasangan plafon dengan jaring. Namun kelelawar tetap bisa masuk dan kembali bersarang.
”Sudah dibersihkan, diberi obat, bahkan dipasang jaring di plafon, tapi tetap saja bisa masuk. Sempat terpikir memanggil BPBD, tapi khawatir kalau menyebar malah menempati ruang kelas lain,” jelasnya.
Upaya pembersihan total juga pernah dilakukan dengan harapan ruang bisa kembali digunakan. Namun setelah itu, sejumlah siswa justru mengeluhkan gatal-gatal. ”Terakhir dibersihkan total supaya bisa dipakai lagi, tapi malah anak-anak gatal-gatal. Jadi demi keamanan kita kosongkan,” tegas Heny.
Kini kondisi ruang kelas tersebut semakin memprihatinkan. Beberapa bagian plafon sudah ambrol dan dinding dipenuhi kotoran sehingga tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, membenarkan adanya satu ruang kelas di SDN Sepanyul yang tidak digunakan karena persoalan tersebut.
Baca Juga: Banyak Sekolah Rusak Belum Diperbaiki, DPRD Jombang Minta Dinas P dan K Segera Bertindak
”Memang di SD tersebut ada salah satu ruangan yang tidak ditempati karena ada kelelawar. Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai pembersihan ruang kelas secara rutin sampai pernah dipanggilkan pawang, tetapi masih ada kelelawar yang tidak tahu datangnya dari mana,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, demi keselamatan siswa, ruangan tersebut memang tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPBD Jombang untuk penanganan lebih lanjut.
”Makanya tidak digunakan. Sudah ke BPBD Jombang dan katanya masih dikonsultasikan. Untuk rencana penanganan dari BPBD masih menunggu,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto