Jumat (30/1) di kelas 8-H MTsN 9 Jombang, Ustadah Lintang menyampaikan pentingnya menghormati guru dan istiqamah dalam menuntut ilmu. ’’Orang yang istiqamah dan menghormati guru pasti akan tercapai cita-citanya,’’ tuturnya.
Beliau cerita santri yang telah mondok sembilan tahun. Meski sudah lama belajar, ia masih belum bisa membaca Alquran dengan lancar. Suatu hari, ia memberanikan diri bertanya kepada kiai. ’’Sing penting sampean melok ngaji iku pun cukup,’’ jawab si kiai.
Santri itu tetap mengaji dengan sabar dan istiqamah. Waktu terus berjalan hingga ia beranjak dewasa, tetapi ia masih merasa belum bisa mengaji dengan baik. Karena merasa malu dan rendah diri, ia pun pulang (boyong) tanpa pamit kepada sang kiai.
Mengetahui hal itu, kiai justru menjemputnya dan kemudian menikahkan santri tersebut dengan putrinya. Santri itu pun merasa heran dan bertanya, ’’Mengapa saya dinikahkan dengan putri panjenengan, padahal saya tidak bisa mengaji dan bukan siapa-siapa?’’ Si kiai menjawab, ’’Aku seneng karo sampean iku gara-gara istiqamahe sampean.’’
Setelah menikah, atas izin Allah Ta’ala, santri tersebut akhirnya mampu membaca Alquran dengan lancar. Dari kisah ini, kita belajar bahwa istiqomah dan kesabaran dalam menuntut ilmu akan mendatangkan pertolongan Allah pada waktu yang tepat.
Oleh Yazmin Shofia Allifni, Kelas 8-H MTsN 9 Jombang, di Tanjunganom, Diwek.
Editor : Anggi Fridianto