Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Peringati Milad ke-28, MAN 6 Jombang Hadirkan Program Berdampak bagi Umat dan Lingkungan

Wenny Rosalina • Jumat, 13 Februari 2026 | 13:03 WIB

 

Juara lomba mewarnai tingkat TK
Juara lomba mewarnai tingkat TK

Radarjombang.id – Peringatan milad ke-28 MAN 6 Jombang yang digelar pada 9–13 Februari 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.

Mengusung tema; Menebar Keberkahan, Menguatkan Karakter, Mengukir Prestasi Madrasah, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi madrasah, masyarakat, serta lingkungan sekitar.

’’Madrasah harus mampu memberikan manfaat dan dampak nyata. Kegiatan yang dilaksanakan diharapkan membawa keberkahan dunia dan akhirat serta mencerminkan wajah Kementerian Agama yang sarat nilai-nilai kebaikan,’’ kata Kepala MAN 6 Jombang, Misbakhul Arif MPdI.

Madrasah sebagai kepanjangan tangan Kementerian Agama Republik Indonesia memiliki tanggung jawab menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat.

Sejak awal rangkaian milad, MAN 6 Jombang meneguhkan komitmen terhadap nilai spiritual dan penghormatan sejarah melalui kegiatan Hormat Muasis.

Khotmil Quran dan tahlil di makam para pendiri serta mantan kepala madrasah menjadi momentum penguatan identitas kelembagaan. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran historis siswa akan perjuangan para pendahulu sekaligus memperkokoh karakter warga madrasah.

Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, madrasah menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan menghadirkan Kasi Pendidikan Madrasah, Pengawas Kemenag Kabupaten Jombang, serta narasumber kompeten.

Kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan kompetensi guru. Tidak hanya dari aspek pedagogik, tetapi juga dalam penerapan pembelajaran humanis, ramah anak, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Proses pembelajaran pun diharapkan semakin adaptif dan menyentuh kebutuhan emosional serta spiritual peserta didik.

Kepedulian sosial turut menjadi bagian penting dalam peringatan milad. Melalui kerja sama dengan PMI Kabupaten Jombang, kegiatan donor darah berhasil menghimpun puluhan kantong darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Santunan kepada anak yatim juga menjadi wujud nyata peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang peduli dan responsif terhadap persoalan sosial.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui program penanaman pohon bersama Perhutani dan Dinas Lingkungan Hidup. Penanaman dilakukan tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga di sekolah dan madrasah sekitar.

Ini sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan reboisasi. Program Eco Masjid di delapan masjid sekitar madrasah turut memperkuat edukasi kebersihan dan kesadaran ekologis berbasis tempat ibadah.

Siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai keimanan dan tanggung jawab sosial, sejalan dengan konsep ekoteologi yang digagas Kementerian Agama.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, bazar siswa menjadi sarana praktik kewirausahaan secara langsung. Para siswa belajar mengelola produk, menyusun strategi pemasaran, hingga melayani konsumen.

Kegiatan ini mendorong tumbuhnya jiwa entrepreneur muda sekaligus memperkuat literasi finansial, sejalan dengan slogan madrasah; ’’MAN 6 Jombang Madrasahnya Para Juara dan Penguasa Muda.’’

Sejumlah kegiatan juga terintegrasi dengan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM). Seperti Gebyar Al-Banjari, lomba vlog, lomba mewarnai, serta Ekspo Vokasi dan Ekstrakurikuler yang diikuti ribuan siswa MTs dan SMP.

Selain menjadi ajang promosi positif, kegiatan ini memperluas akses informasi pendidikan berkualitas. Tryout TKA yang diselenggarakan turut membantu siswa jenjang sebelumnya dalam mempersiapkan diri menghadapi asesmen akademik.

Penguatan jejaring lintas generasi dilakukan melalui Temu Alumni yang dirangkai bersama bazar dan Gebyar Al-Banjari.

Para alumni berbagi pengalaman studi lanjut dan dunia kerja, memberikan inspirasi sekaligus membangun ekosistem madrasah yang saling mendukung.

Rangkaian milad ditutup pada 13 Februari 2026 dengan Khotmil Quran dan Istighotsah Kubro yang dirangkai dengan tradisi megengan, doa bersama menyambut bulan suci Ramadan. ’’Momentum ini menjadi penegas bahwa pertambahan usia madrasah diiringi dengan penguatan spiritualitas,’’ ungkapnya.

Melalui milad ke-28 ini, MAN 6 Jombang menegaskan setiap program yang digelar tidak sekadar memeriahkan peringatan, melainkan menghadirkan kontribusi berkelanjutan bagi pendidikan, kemanusiaan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Madrasah tidak hanya bertambah usia, tetapi juga semakin menguatkan peran dan kebermanfaatannya. (wen/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#kecamatan mojoagung #hari ulang tahun #Man 6 Jombang #Jombang #kepala man 6 jombang #Rayakan #milad #Kemenag Jombang #desa murukan