JOMBANG – Jadwal Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2026 masih buram. Informasi resmi dari pemerintah pusat juga belum turun.
”Kami dari Kemenag Jombang masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat terkait PPG. Sampai hari ini memang belum ada kepastian, termasuk apakah 2025 benar menjadi yang terakhir,” kata Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Syaiful Bahri.
Ia mengungkapkan, banyak guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang hingga saat ini belum mengikuti PPG dan sangat menantikan dibukanya kembali program tersebut. Menurutnya, PPG dalam jabatan masih sangat dibutuhkan para guru.
Total ada guru 38 PAI yang belum PPG, terdiri dari satu guru TK, 31 guru SD, satu guru SMP, satu guru SMA, dua guru SMK, dan satu guru SLB.
”Kasihan, masih banyak guru PAI yang belum PPG dan sangat berharap program ini tetap ada. Harapan kami, PPG dalam jabatan masih terus dilanjutkan,” katanya.
Syaiful menjelaskan, jika guru diharuskan mengikuti PPG pra jabatan akan sangat berat. Sebab PPG Prajab memiliki beban biaya yang cukup besar serta waktu pelaksanaan yang relatif lama. Hal tersebut menjadi kendala tersendiri bagi para guru.
”Kalau PPG pra jabatan, biayanya cukup besar dan waktunya lama. Sementara PPG dalam jabatan itu dibantu biaya dari pemerintah dan pelaksanaannya sekitar 40 hari, sehingga tidak terlalu mengganggu kegiatan mengajar,” jelasnya.
Sebanyak 237 guru PAI yang baru lulus PPG 2025 lalu menambah daftar jumlah guru yang telah mengantongi sertifikat pendidik. Sebelumnya guru PAI yang sudah mengantongi sertifikat pendidik ada 538. 346 diantaranya ASN dan 192 lainnya non ASN. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto