Radarjombang.id - SPPG Miftahul Ulum Dero, Kesamben, Jombang yang menyuplai MBG di SMPN 2 Kesamben membenarkan jika telah melakukan penarikan MBG dari SMPN 2 Kesamben karena ada keluhan makanan yang disajikan tak layak konsumsi.
”Kemarin ada uji sampel, beberapa dinilai tidak layak, dan kami tidak mau ambil risiko, sesuai juknis akhirnya kami tarik,” kata Fahmy Ardy Anyah, Kepala Dapur SPPG Miftahul Ulum Dero Kesamben.
Fahmy juga mengaku telah melakukan pengecekan berulang pada beberapa makanan yang dikembalikan.
Ia membenarkan jika beberapa makanan yang baunya kurang sedap. Namun ada banyak juga makanan yang dinilai masih aman.
”Makanan yang kami tarik setelah saya cek memang baunya ada yang kurang sedap, ada juga beberapa makanan yang masih bagus, tapi karena masih aman, kami tarik semua,” jelasnya.
Kejadian tersebut menurutnya menjadi pukulan dan menjadi bahan evaluasi serius di internal SPPG.
”Ini juga koreksi bagi kami agar kedepan SPPG kami lebih baik lagi,” jelasnya.
Menurutnya, ia sudah melakukan pengecekan berulang terhadap bahan makanan hingga proses pengolahan sesuai dengan SOP yang berlaku. Mulai dari persiapan seleksi bahan makanan masuk dari supplier juga telah dilakukan.
”Kalau ada yang kurang layak, seperti awal-awal dulu, ada ayam yang kurang bagus kondisinya saya kembalikan lagi ke supplier,” jelasnya.
Beberapa jam sebelum pengeolahan bahan makanan dicek kembali, jika ada yang kurang berkualitas maka langsung dibuang dan jadi cararan untuk suplier. Bumbu, bahan baku, pemorsian hingga tampilan sudah disesuaikan dengan standar BGN.
”Jadi begitu ada beberapa tahapan yang kami lakukan sebelum makanan kami distribusikan,” jelasnya.
Ia juga mengaku tidak pernah melakukan packing ketika masakan masih panas. ”Setelah masak kami dinginkan dulu kami pastikan dingin agar tidak berembut ketika sudah dikemas dalam ompreng,” tegasnya.
SPPG Miftahul Ulum Dero Kesamben menangani 44 sekolah mulai jenjang TK Sampai SMA, dengan total 2.864 porsi setiap harinya. Distribusi dilakukan mulai jam 7 pagi menyesuaikan jadwal pulang masing-masing sekolah. (wen)
Editor : Anggi Fridianto