Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tak Banyak Diketahui, Ini Lima Kata Bahasa Indonesia Resmi KBBI yang Jarang Digunakan

Anggi Fridianto • Selasa, 16 Desember 2025 | 21:19 WIB
Ilustrasi penggunaan bahasa indonesia (ai)
Ilustrasi penggunaan bahasa indonesia (ai)

Radarjombang.id - Bahasa Indonesia terus berkembang seiring waktu.

Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari, kita cenderung menggunakan kata-kata yang itu-itu saja. 

Berikut lima kata bahasa Indonesia yang jarang diketahui, lengkap dengan penjelasannya, yang bisa memperkaya perbendaharaan kata kita sehari-hari.

 

  1. Anani

Selama ini, kata yang paling sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang hanya memikirkan diri sendiri adalah egois.

Namun ternyata, KBBI memiliki padanan lain yang tak kalah tepat, yaitu anani.

Secara makna, anani merujuk pada sikap seseorang yang mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memedulikan orang lain. Meski terdengar asing, kata ini bisa menjadi alternatif diksi yang lebih variatif, terutama dalam penulisan opini atau karya sastra.

 

  1. Tenat

Kata penat mungkin sudah sangat akrab di telinga masyarakat. Namun, tahukah bahwa ada tingkat kelelahan yang lebih ekstrem dari penat? KBBI mencatat kata tenat yang berarti sangat lelah atau amat penat.

Kata ini cocok digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik maupun mental yang sudah benar-benar terkuras. Misalnya, setelah bekerja tanpa henti atau menghadapi tekanan berat dalam waktu lama.

 Baca Juga: Daftar 5 Kosakata KBBI Ini Jarang Diketahui, Nomor 3 Bikin Kaget

  1. Maksi

Bagi banyak orang, maksi identik dengan singkatan dari makan siang. Namun, dalam KBBI, maksi memiliki arti lain yang sama sekali berbeda, yaitu pakaian atau gaun panjang yang menjuntai hingga menutupi mata kaki.

Makna ini bisa digunakan dalam konteks busana atau fesyen, terutama untuk menyebut jenis gaun panjang.

Hal ini menunjukkan bahwa satu kata bisa memiliki lebih dari satu arti, tergantung konteks penggunaannya.

  1. Cepak

Mendengar kata cepak, kebanyakan orang langsung membayangkan gaya potongan rambut yang sangat pendek. Namun ternyata, KBBI mencatat arti lain dari kata cepak, yakni tiruan bunyi orang saat mengunyah makanan.

Bunyi ini serupa dengan kata kecap atau kecap-kecap yang sering digunakan dalam cerita atau dialog untuk menggambarkan aktivitas makan secara ekspresif.

  1. Gembul

Kata gembul selama ini sering dipahami sebagai sebutan untuk orang yang berbadan gemuk. Padahal, KBBI juga mendefinisikan gembul sebagai seseorang yang tidak mudah merasa kenyang sehingga cenderung makan dalam jumlah banyak.

Makna ini lebih menekankan pada kebiasaan atau kondisi seseorang, bukan semata-mata bentuk tubuh. Menariknya, penggunaan kata ini bisa memberi nuansa yang lebih deskriptif dalam cerita atau tulisan.

 

 

Dengan mengenal dan mulai menggunakan kata-kata yang tercantum secara resmi dalam KBBI, masyarakat dapat berkomunikasi dengan lebih presisi sekaligus ikut melestarikan kekayaan bahasa nasional. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cermin pengetahuan dan budaya.

 

Penulis: Difa Etika Sari

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Bahasa kekinian #bahasa indonesia #terbaru #kamus besar bahasa indoenesia #kbbi