Radarjombang.id - Beberapa SMK Negeri (SMKN) di Kabupaten Jombang mengikuti tahapan seleksi untuk menjadi SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Salah satu kendalanya, belum punya usaha yang dijalankan.
’’Beberapa sekolah belum siap terkait bidang usaha yang akan diajukan untuk skema BLUD,’’ kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Ulil Mu’amar, (12/12).
Cabdindik Jombang menyarankan semua sekolah mengajukan diri menjadi SMK BLUD. Sebab, Jombang satu-satunya kabupaten yang belum ada sama sekali SMK yang menerapkan BLUD. Sementara BLUD sudah berjalan di daerah lain.
’’Jombang yang belum ada sama sekali, di beberapa kabupaten SMK BLUD sudah berjalan,’’ jelasnya.
SMK yang menerapkan BLUD diharuskan memiliki pemasukan lain selain sumber pendanaan dari pemerintah. ’’Semacam memiliki usaha yang dikelola untuk pengembangan sekolah secara intern,’’ ucapnya.
Penghasilan dari usaha yang dikelola sekolah juga harus dilaporkan. ’’SMK BLUD harus ada PAD (penghasilan asli daerah). Penghasilannya berapa harus dilaporkan,’’ urainya.
Saat ini, beberapa sekolah sudah mengajukan untuk diseleksi. Seperti SMKN 1 Jombang dan SMKN 3 Jombang.
Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, yang juga merupakan ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN Kabupaten Jombang mengatakan, semua SMK kini dalam proses persiapan pendaftaran. ’’Termasuk SMKN 1 Jombang sedang menyiapkan berkas administrasi yang diperlukan,’’ ucapnya.
Semua aktivitas di sekolah yang menghasilkan uang disebut dengan usaha dan diusulkan. Di SMKN 1 Jombang misalnya, ada kantin, persewaan aula, kafe, mini market dan lainnya. ’’Pengajuan dulu, balu nanti bisa dinyatakan sebagai BLUD,’’ terangnya.
Harapannya ke depan, pada 2026 semua SMK di Jombang sudah dinyatakan sebagai BLUD. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto