Radarjombang.id – Para guru muatan lokal (mulok) keagamaan dan diniyah resah mendengar kabar mulok bakal dihapus.
Penghapusan mulok bakal menyebabkan para pembimbing kehilangan pekerjaan. ’’Harapan kami mulok tidak dihapus,’’ kata Koordinator Pembimbing Mulok Keagamaan Islam SD Kabupaten Jombang, Ismawan, kemarin.
Mulok telah ada sejak 2016. Kabar penghapusan mulok telah menjadi perbincangan di internal pembimbing. Mereka berharap, mulok terus berlanjut, sebagai upaya penanaman karakter keagamaan bagi siswa.
Ada banyak hal yang menurutnya sangat disayangkan jika mulok betul-betul dihapus. Yang pertama nasib pembimbing yang belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Pekerjaannya terancam hilang.
’’Harapan kita, yang belum diangkat menjadi PPPK paruh waktu tetap bisa bekerja di sekolah tersebut,’’ ungkapnya.
Kedua, mulok menjadi daya tarik sendiri bagi SD negeri. Ismawan kemudian membandingkan karakter siswa sebelum dan sesudah ada mulok. Mulai dari tutur kata yang kini makin baik. Siswa yang tadinya tidak bisa baca tulis Alquran juga mulai bisa baca tulis Alquran setelah ada mulok.
’’Penanaman karakter pada anak melalui mulok sangat bagus. Dulu omongan anak-anak itu kasar, sekarang bisa lebih baik. Bahkan banyak anak yang hafal juz 30 setelah ada mulok,’’ urainya.
Sebagai koordinator, pihaknya juga telah membahas permasalahan ini dengan pembimbing yang lain. Bahkan pembimbing yang belum diangkat menjadi PPPK paruh waktu berencana bertanya nasib mereka langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.
’’Teman-teman akan bertanya langsung ke dinas, apalagi yang dari SD swasta kan tidak ada yang diangkat PPPK paruh waktu,’’ ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, mengatakan, hingga kemarin belum ada edaran resmi terkait penghapusan mulok. ’’Belum ada edaran resmi, masih pembahasan,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto