RadarJombang.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Jombang memperkuat kepemimpinan kepala sekolah dan penguasaan digital bagi guru TK.
Langkah ini sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Itu diwujudkan dalam Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah, Selasa-Kamis (18–20/11).
Pelatihan berlangsung di tiga lokasi, yaitu SMPN 1 Jombang, SMPN 3 Peterongan, dan SDN Sengon Kecamatan Jombang.
Ini menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas kepemimpinan satuan pendidikan di tengah perubahan dunia pendidikan yang kian dinamis.
Pembukaan kegiatan dipusatkan di SMPN 1 Jombang dan dibuka langsung Kepala Dinas P dan K Kabupaten Jombang, Wor Windari. Dua lokasi lain mengikuti secara virtual.
Dalam sambutannya, Wor Windari menegaskan kepala sekolah harus memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi untuk menjawab tantangan pendidikan masa depan.
Total ada 178 kepala sekolah mengikuti pelatihan.
Acara pembukaan juga dihadiri Sekretaris Dinas P dan K Kabupaten Jombang, Abdul Majid, serta perwakilan dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur.
”Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kepemimpinan satuan pendidikan, dan mendorong lahirnya kepala sekolah yang kreatif untuk menghadapi masa depan,” ujarnya.
Pelatihan ini menyajikan materi strategis. Mulai dari penguatan manajerial, pengembangan kepribadian, hingga pemahaman mengenai Pola Pikir Bertumbuh serta pembelajaran mendalam.
Pelatihan ini harus dimanfaatkan kepala sekolah untuk memperbarui wawasan, memperkuat jejaring, dan meneguhkan komitmen dalam memimpin sekolah menuju mutu yang lebih baik.
Selain kepala sekolah, Dinas P dan K Kabupaten Jombang juga terus mendorong guru agar lebih menguasai pembelajaran digital untuk memenuhi tuntutan zaman.
Melalui pelatihan Pemanfaatan Digital sebagai Kerangka Pembelajaran Mendalam yang digelar Persatuan Guru Negeri Taman Kanak-kanak (PGNTK) Jombang.
Kegiatan berlangsung di Aula Terbuka Dinas P dan K Kabupaten Jombang, diikuti 119 guru TK negeri dari seluruh kecamatan.
Wor Windari menegaskan penguasaan teknologi bukan hanya tambahan, tetapi menjadi kompetensi wajib bagi pendidik.
Termasuk guru PAUD dan TK. Menurutnya, kesiapan guru dalam mengintegrasikan perangkat digital akan sangat memengaruhi kualitas pembelajaran generasi awal.
”Guru harus siap beradaptasi dengan teknologi karena perubahan zaman menuntut pembelajaran yang relevan. Penguasaan digital membantu guru menciptakan kelas yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik,” ujar Wor Windari.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Timur. Memberikan materi tentang platform digital, strategi pembelajaran mendalam berbasis teknologi, hingga cara meningkatkan keterlibatan siswa dalam kelas digital.
Wor Windari menilai kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan guru TK menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Ia menekankan integrasi teknologi sejak jenjang usia dini akan memperkuat kualitas pondasi belajar anak.
”Kita ingin guru TK semakin kompeten, kreatif, dan inovatif. Dengan kemampuan digital yang baik, proses pembelajaran bisa berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan zaman,” pungkasnya. (wen/fid)
Editor : Achmad RW