Radarjombang.id – Tiga kursi jabatan kepala madrasah di Kabupaten Jombang masih kosong. Sembilan nama telah diusulkan ke Kantor Kemenag Wilayah Jawa Timur untuk dipromosikan menjadi kepala madrasah.
”Kepala madrasah yang masih kosong ada tiga, MAN 9 Jombang, MAN 10 Jombang dan MTsN 18 Jombang,” ungkap Muhajir, Kepala Kantor Kemenag Jombang.
Ketiga madrasah kini dipimpin pelaksana tugas (Plt). MAN 9 Jombang kini Pltnya Masrukhin, yang merupakan kepala MAN 7 Jombang.
MAN 10 Jombang kini Pltnya Farida Priyatna, yang merupakan kepala MAN 8 Jombang, sedangkan MTsN 18 Jombang kini Pltnya Muhammad Yusuf Junaidi, kepala MTsN 14 Jombang.
Muhajir menegaskan, sudah ada sembilan nama yang diusulkan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala di tiga madrasah tersebut.
Masing-masing madrasah diusulkan tiga nama. ”Sudah ada nama-nama yang kami usulkan, setiap madrasah kami wajib mengusulkan tiga nama,” katanya.
Hanya saja pihaknya tidak dapat menentukan siapa yang akan dilantik, sebab itu merupakan wewenang Kantor Wilayah Kemenag Jatim. ”Nanti kanwil yang akan memilih, karena pansel ada di Kanwil. Kita tinggal menunggu, mudah-mudahan tidak lama lagi terisi,” harapnya.
Nama-nama yang diusulkan merupakan guru yang telah mengikuti asesmen dan memiliki sertifikat calon kepala madrasah.
”Dimana saat itu seleksinya mulai dari tingkat Kabupaten, lalu wilayah, dan pemanggilan diklat dari balai diklat keagamaan Surabaya,” jelasnya.
Muhajir menegaskan jika kepala madrasah boleh dari lintas jenjang. Misalnya guru MA memimpin di MTs. Seperti sebelumnya Aziz Ja’far, yang dilantik menjadi kepala MTsN 4 Jombang. Sebelumnya ia merupakan guru di MAN 4 Jombang.
Ia dilantik Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, di Aula Al-Ikhlas I Kanwil Kemenag Jatim, Sidoarjo, Kamis (20/11).
Selain Aziz, pelantikan juga diikuti Sulthon Sulaiman, yang mutasi menjadi kepala MTsN 12 Jombang. Sebelumnya Sulthon merupakan kepala MTsN 4 Jombang. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto