Guru Projek IPAS di SMKN Kudu, Zainal Fanani SPd MM, telah mengabdikan diri di dunia pendidikan selama 33 tahun. Sebagai guru honorer tiga tahun. Serta guru PNS 30 tahun.
’’Hari Guru Nasional bagi saya momen istimewa untuk menghormati pengabdian guru dalam mendidik dan menyalakan semangat generasi muda,’’ kata alumnus Universitas Negeri Malang itu.
Ini pengingat bahwa pendidik harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan murid. Pembentukan karakter siswa harus diwujudkan melalui keteladanan sehari-hari. ’’Karakter tidak cukup diajarkan lewat teori. Guru harus hadir sebagai contoh disiplin, jujur, dan empati,’’ ujarnya.
Pembelajaran berbasis nilai merupakan cara menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian lingkungan. Penghargaan terhadap proses lebih penting daripada angka akhir. ’’Saat siswa belajar menghargai usaha, di situ integritas mereka tumbuh,’’ katanya.
Zainal ingin siswanya menjadi pembelajar mandiri yang berani mencoba hal baru. Tetap rendah hati, dan menjaga integritas. ’’Saya berharap mereka berani bermimpi besar tanpa meninggalkan sikap hormat kepada guru, orang tua, dan teman,’’ terangnya. Selama menjadi pendidik, Zainal mencatat sejumlah prestasi. Termasuk menjadi penulis produktif buku fiksi dan nonfiksi ber-ISBN. Serta menjadi penggiat komunitas belajar ’’Mak Gober’’ atau Media Aksi Guru Berbagi. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto