Guru SMAN Ngoro, Naning Muflihah SPd MSi, sudah 26 tahun mengabdi. Dia memaknai Hari Guru Nasional sebagai momen refleksi mendalam tentang peran strategis seorang guru. Terutama di tengah kompleksitas tantangan remaja masa kini.
’’Hari Guru mengingatkan saya bahwa peran guru sangat krusial sebagai kompas bagi siswa. Kami membimbing mereka memahami kehidupan, mengatasi kebingungan, dan merencanakan masa depan. Baik akademik maupun non-akademik,’’ tuturnya.
Naning meyakini pembentukan karakter tidak dapat dilakukan hanya dengan instruksi. ’’Keteladanan adalah fondasi utama.
Karakter tidak dibangun dengan menyuruh, tetapi dengan memberi contoh,’’ tegasnya.
Dengan teladan nyata, anak-anak lebih mampu menghayati dan memiliki karakter luhur.
Ia juga menitipkan dua harapan besar kepada para siswa. Secara umum, ia ingin siswa menjadi pribadi baik, berkarakter, peduli, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Secara khusus, ia berharap mereka mampu menjaga keimanan, kesehatan mental, merencanakan masa depan dengan matang. Serta menjauhi hal-hal negatif.
Prestasi terbesar baginya bukan berupa penghargaan formal, melainkan keberhasilan mengantarkan siswa mencapai potensi terbaiknya.
’’Prestasi saya adalah ketika anak-anak mampu menemukan jati diri, berkembang secara akademik maupun non-akademik. Serta tumbuh menjadi manusia mandiri yang siap menghadapi kehidupan nyata,’’ terangnya.(yan/jif)
Editor : Anggi Fridianto