MENJADI guru bukan sekadar profesi, melainkan jalan pengabdian. Hal itu diyakini Halimatus Sa’adah, M.Pd.I, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 2 Jombang.
Selama 19 tahun berkarier, ia konsisten menanamkan nilai akhlak dan keteladanan kepada para siswa.
Perjalanan panjangnya dimulai pada 2006 sebagai guru honorer di MTs Al Hikmah Janti. Tiga tahun kemudian, ia bergabung di SMK Negeri 2 Jombang dan mengabdi hingga kini.
”Hari Guru bagi saya adalah momen refleksi sekaligus apresiasi,” ujarnya.
Menurut Halimatus, Hari Guru menjadi pengingat bahwa pendidik bukan hanya bekerja, tetapi membentuk masa depan bangsa.
”Setiap kata, sikap, dan keteladanan yang saya berikan akan membentuk masa depan anak-anak. Guru harus terus belajar, tumbuh, dan relevan,” katanya.
Dalam membentuk karakter siswa, ia menekankan pentingnya teladan, komunikasi positif, dan pembiasaan.
Sebagai guru PAI, Halimatus mengedepankan dialog kelas yang humanis.
”Karakter tumbuh ketika siswa merasa dihargai, didengarkan, dan diberi ruang untuk berkembang,” ungkapnya.
Ia berharap siswanya tumbuh menjadi generasi berakhlak baik, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Penggunaan teknologi pun harus bijak. ”Semoga mereka menjadi manusia yang bermanfaat, percaya diri, dan siap bersaing tanpa meninggalkan nilai moral dan kebhinekaan,” katanya.
Selama berkarier, Halimatus menorehkan sejumlah prestasi. Antara lain finalis OGN Jawa Timur 2018, penerima Beasiswa S2 Dirjen PAIS, awardee LPDP.
”Certified Digital Teacher”, hingga Wardah Inspiring Teacher 2024. Ia juga aktif menjadi narasumber pelatihan digital, parenting, dan kecerdasan artifisial bagi guru maupun masyarakat. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto