HARI Guru menjadi momentum penuh makna bagi Agus Purwanto, S.Pd, guru SMA Negeri Bareng Jombang yang telah mengabdikan diri sejak tahun 1997.
Perjalanan panjangnya sebagai pendidik dimulai dari Lombok Tengah, NTB, tempat ia pertama kali ditugaskan setelah lolos seleksi nasional penerimaan PNS.
Mengajar di daerah terpencil menjadi pengalaman tak terlupakan. Setiap hari ia harus berjalan kaki sekitar 7 kilometer melewati pematang sawah untuk mengajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang menampung anak-anak dari tujuh desa.
Meski sarat keterbatasan, semangat belajar murid-murid saat itu menjadi sumber inspirasinya hingga kini.
”Keberadaan guru sangat ditunggu, terutama oleh anak-anak yang kesulitan biaya dan akses pendidikan. Itu yang terus menguatkan saya,” ungkapnya.
Bagi Agus, Hari Guru adalah pengingat perjalanan pengabdian dan pentingnya kehadiran guru di tengah murid.
Ia menekankan bahwa keteladanan adalah kunci dalam membentuk karakter.
”Guru harus disiplin dan konsisten dalam ucapan serta perilaku. Murid segan bukan karena takut, tetapi karena melihat guru sebagai orang tua di sekolah,” ujarnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto