Guru Bahasa Inggris SMAN Bandarkedungmulyo yang sudah mengajar sejak 2006, Didik Agus Pramono SPd MM, menegaskan, Hari Guru Nasional, merupakan momen penting untuk refleksi dan transformasi peran pendidik.
Baginya, tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi memastikan proses belajar benar-benar berpusat pada peserta didik. Serta menghadirkan perubahan bermakna dalam kehidupan mereka.
’’Hari Guru tidak dapat dipisahkan dari dinamika kebijakan pendidikan, karakter generasi digital, dan lingkungan belajar yang terus berubah,’’ tuturnya
. Kurikulum Merdeka menuntut guru lebih fleksibel. Fokus pada materi esensial. Serta memperkuat karakter melalui delapan profil lulusan dan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
’’Peran guru kini bergeser menjadi fasilitator yang mendorong penemuan, kreativitas, dan kolaborasi,’’ ujarnya.
Ini merujuk pada nilai Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.
Menghadapi generasi Z dan Alpha, guru juga dituntut mampu mengintegrasikan teknologi, membangun literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis.
’’Serta menjaga koneksi emosional dan kesehatan mental siswa,’’ ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto