Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

100 Siswa SD di Jombang Jadi Percontohan ANLDB 2025, Ini Sekolah yang Terpilih

Wenny Rosalina • Selasa, 18 November 2025 | 16:24 WIB
TELATEN: Aris Zainul Imam, guru PAI SDN Kepuhkajang 2 Perak saat membantu siswa mengoperasikan chromebook.   
TELATEN: Aris Zainul Imam, guru PAI SDN Kepuhkajang 2 Perak saat membantu siswa mengoperasikan chromebook.  

Radarjombang.id - Sebanyak lima SD di Kabupaten Jombang ditunjuk sebagai pelaksana Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025.

Total ada 100 siswa yang diambil sebagai percontohan untuk megikuti ANLDB kali pertama ini.

Kelima sekolah tersebut, SDN Diwek 1. SD Negeri Kepuhkajang 2 Perak. SDN Plandi 2 Kecamatan Jombang. SD Negeri Sukoiber 1 Gudo. Serta SDN Wonosalam 3.

’’Asesmen akan dilaksanakan pada 18–21 November,’’ kata Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Syaiful Bahri, kemarin.

ANLDB tidak hanya menilai kemampuan kognitif peserta didik dalam memahami ajaran agama. Tetapi juga mengukur aspek psikomotorik dan afektif. Seperti praktik ibadah dan sikap sosial. Serta kepedulian terhadap lingkungan.

ANLDB merupakan program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan mengukur tingkat literasi beragama baik pada guru Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun siswa sekolah dasar.

Peserta asesmen siswa kelas 5 SD yang telah ditentukan sebagai sampel.

Setiap sekolah diwakili 20 siswa, sehingga total peserta dari Kabupaten Jombang 100 siswa.

Pelaksanaan ANLDB menggunakan aplikasi SIAGA yang dipandu enumerator survei. Untuk daerah dengan keterbatasan jaringan internet, asesmen dapat dilakukan secara luring dengan lembar kertas.

Ada tiga aspek yang diujikan. Aspek kognitif, meliputi kemampuan membaca Alquran, mengenal hukum tajwid. Serta pemahaman terhadap rukun iman, rukun Islam, dan ihsan.

Aspek psikomotorik, kemampuan mengamalkan ibadah ritual seperti salat, doa, membaca Alquran, berpuasa, dan berzakat. Serta pengamalan ibadah sosial seperti salat berjamaah, menolong sesama, dan berinfak.

Aspek afektif, menilai sikap toleransi, anti kekerasan, gotong royong, peduli lingkungan. Serta kepedulian terhadap budaya dan negara.

Penilaian dilakukan dengan beragam teknik. Mulai dari tes tulis dan angket sikap hingga tes praktik membaca Alquran yang akan dinilai langsung enumerator resmi dari Kementerian Agama.

’’Enumerator bukan guru sekolah setempat,’’ jelasnya.

Hasil dari asesmen ini akan menjadi database nasional yang berguna untuk merumuskan kebijakan peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar.

Di SD, persiapan ANLDB sudah matang. Seluruh siswa sudah mendapatkan sosialisasi untuk mengikuti ANLDB.

’’Di sini siswa kelas 5 ada 34 siswa, yang diminta mengikuti hanya 20 saja,’’ kata Sunarmin, kepala SDN Kepuhkajang 2 Kecamatan Perak.

Dari rentang waktu 18-21 November, pihaknya belum memastikan kapan akan dilakukan.

’’Rentang waktu ini bagaimana, apakah kita yang menentukan atau ditentukan, kami masih menunggu petunjuk. Kami tidak mengajukan, tapi langsung ditunjuk untuk ikut,’’ ungkapnya.

Begitu juga untuk 20 nama siswa yang bakal ikut ANLDB, belum ditentukan siapa yang ditunjuk. Sehingga sekolah menentukan sendiri, siapa saja yang bakal ikut ANLDB tersebut.

Ujian ada yang dilaksanakan secara daring (online). Juga ada yang secara tatap muka untuk tes baca tulis Alquran. ’’Yang pasti pengujinya dari Jombang,’’ ucapnya. (wen/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#ANLDB 2025 #SD #Jombang #Dinas P dan K Jombang #Sekolah